Rote Ndao,Sulutnews.com – Tuduhan monopoli tender di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2025 semakin menguat. Matias Siokain, pemilik CV. Yevalmax Calvari, telah mengakui bahwa perusahaannya memenangkan tiga paket pekerjaan di dinas tersebut. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Siokain kepada wartawan pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Meskipun mengakui kemenangan tender untuk ketiga proyek tersebut, Siokain menyatakan bahwa pekerjaan masih dalam tahap pengerjaan dan belum selesai. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas pemberitaan sebelumnya yang mempertanyakan potensi praktik monopoli dalam proses lelang proyek di Dinas PKO Rote Ndao.
Ketiga proyek yang dimenangkan CV. Yevalmax Calvari meliputi:
1. Pengadaan Meja Kursi: Dengan pagu anggaran Rp 272.250.000 dari APBD Rote Ndao, berlokasi di Dinas PKO Rote Ndao.
2. Rehabilitasi Ruang Kelas SD Inaoe: Dengan pagu anggaran Rp 510.000.000 dari APBD Rote Ndao 2025, di bawah satuan kerja Dinas PKO Rote Ndao.
3. Pengadaan Meja Kursi Siswa SMP: Dengan pagu anggaran Rp 288.750.000 dari APBD Rote Ndao 2025, di bawah satuan kerja Dinas PKO Rote Ndao.
Sementara itu, upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas PKO Rote Ndao, Arkhalaus Lenggu, hingga saat ini masih belum membuahkan hasil.
Kemenangan CV. Yevalmax Calvari dalam tiga paket pekerjaan sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik di Kabupaten Rote Ndao menjadi sorotan utama. Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan investigasi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan prosedur pengadaan barang dan jasa.
Reporter: Dance Henukh






