Rote Ndao, Sulutnews.com – Pembangunan kawasan industri garam di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Stevano Rizky Adranacus, anggota DPR RI Komisi III. Beliau memberikan arahan langsung kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meliputi kepolisian, kejaksaan, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk bersinergi dalam mendukung proyek strategis ini. Komisi III, sebagai mitra strategis, juga berperan penting dalam memastikan kelancaran pembangunan industri garam di Rote Ndao.
Stevano Rizky Adranacus menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga pemerintahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Saya minta semua pihak bergandengan tangan untuk satu tujuan yaitu membangun perekonomian daerah,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen bersama untuk mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi Rote Ndao.
Proyek kawasan industri garam ini merupakan investasi strategis pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan perekonomian, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga secara signifikan di Kabupaten Rote Ndao. Stevano menjelaskan defisit APBD NTT sekitar Rp 3 triliun dan PAD yang masih terbatas. Oleh karena itu, inisiatif pemerintah pusat ini sangat krusial untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal Rote Ndao. Investasi ini diharapkan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.
Keberhasilan pembangunan industri garam ini bergantung pada sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Forkopimda. Komitmen dan kerja keras bersama akan menjadi kunci pembangunan ekonomi berkelanjutan di Rote Ndao. Proyek ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi pembangunan ekonomi daerah di Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan.
Reporter: Dance Henukh







