Sulutnews.com Bengkulu Selatan – terkait salah satu bantuan pemerintah yang dinilai di salah gunakan oleh Upja sinar pagi kecamatan bungamas desa gunung Kayo yang di ketahui juga ketua KTNA kecamatan bungamas inisial S diduga telah menghilangkan bantuan alat pertanian yang di terimanya beberapa tahun silam yakni satu unit John Deere.
Dengan tidak jelasnya keberadaan John Deere tersebut yang mana masih terdaftar sebagai aset pertanian kabupaten Bengkulu Selatan timbulkan keraguan atas kinerja dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan khususnya Sapras dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan.
John Deere yang di ketahui sudah setahun lebih tidak di ketahui keberadaannya, pihak pertanian seolah tidak ada gerakan dalam mengamankan aset pertanian tersebut, terbukti dengan gerakan yang di lakukan dinas pertanian Bengkulu Selatan setelah adanya pemberitaan media ini.
Manager Upja sinar pagi saat di konfirmasi menyatakan bahwa John Deere tersebut sudah menjadi hak miliknya, beliau juga sempat melakukan perlawanan dengan awak media dengan menyatakan secara tegas dengan gaya arogannya “silahkan laporkan ya, saya tunggu jangan sampai tidak di laporkan. Dari polres dan Polsek sudah banyak yang mempertanyakan itu tapi apa yang terjadi gak ada masalah karena John Deere itu sudah menjadi hak milik saya, mau saya kilo i itu hak saya” ungkap manager Upja sinar pagi dengan gaya sombongnya terhadap awak media.
Terpisah pihak dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan dalam hal ini Sapras dinas pertanian yang di wakili oleh Rizon saat di temui di ruang kerjanya membenarkan adanya aset yang berada di ubja sinar pagi kecamatan bungamas lagi tidak berada di tangan upja.
Rizon juga menjelaskan, sesuai impormasi yang di dapat, serta dari pemberitaan yang ada Pihak dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan, akan melakukan pemanggilan secara bersurat, apabila ada pelanggaran hukum alat tersebut akan kami amankan di dinas pertanian, karena alat tersebut terdaftar di dinas pertanian, terang Rizon.
Soni salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan menilai pihak pertanian kabupaten Bengkulu Selatan seolah tidak perduli dengan aset pertanian.
“John Deere yang ada di ubja sinar pagi kecamatan bungamas ternyata sudah di ketahui pihak dinas, namun hingga setahun lebih kenapa tidak di pertanyakan, kenapa harus menunggu ada pemberitaan baru bersurat, demikian juga dengan kinerja PPL kecamatan bungamas sudah sangat diragukan. Oleh sebab itu kita meminta terhadap Bupati Bengkulu Selatan agar dapat melakukan evaluasi di dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan terkhusus bagian Sapras serta kepala dinasnya” ujar soni. (JN)





