BOLMONG — Perencanaan pembangunan di berbagai bidang memerlukan kualitas data yang baik, up to date dan berkesinambungan.
Hal ini yang mendasari Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Dumoga Timur menggelar pelatihan pemutakhiran data Electronic Human Development Worker (EHDW).
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, dimulai pada Selasa 16 Juni hingga Rabu 17 Juni 2025 dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Kotamobagu.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Sangadi (Kepala Desa), Sekretaris Desa (Sekdes), serta Operator Desa hingga Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) se-Kecamatan Dumoga Timur.
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan validitas data desa sebagai dasar perencanaan pembangunan, serta untuk mendukung pencapaian target-target SDGs di tingkat lokal.
Ketua BKAD Stenly David Maleke menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting pemerintah desa agar data yang dimiliki desa selalu terkini dan akurat.
“Dengan data yang akurat, kita bisa menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan alat ukur untuk melihat kemajuan suatu desa berdasarkan tiga aspek utama yaitu ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan.
Hal Senada Camat Dumoga Timur, Maria Magdalena Untu, juga mengatakan bahwa pentingnya pemutakhiran data sebagai salah satu fondasi utama pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
“IDM dan SDGs bukan sekadar data administratif. Ini adalah cerminan sejauh mana kemajuan pembangunan telah dicapai oleh desa, dan menjadi pedoman dalam menetapkan program prioritas ke depan,” ujar Camat.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Tenaga Ahli Pendamping Desa, yakni Sumi Santi Mokoagow dan Cristian Mokalu, yang memberikan materi teknis terkait prosedur, indikator, dan mekanisme pengisian data IDM dan SDGs yang sesuai dengan pedoman terbaru dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Dalam pemaparannya, Sumi Santi Mokoagow menjelaskan bahwa kualitas data sangat menentukan arah kebijakan pembangunan dan efektivitas intervensi program pemerintah.
“Jika datanya valid dan akurat, maka program yang masuk ke desa juga akan tepat sasaran. Oleh karena itu, keterlibatan langsung kepala desa dan operator dalam proses ini sangat penting,” ungkapnya.
Selama pelatihan, peserta aktif berdiskusi dan mengikuti simulasi pengisian formulir IDM dan SDGs. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para kepala desa yang menyambut baik inisiatif BKAD dalam membekali aparatur desa dengan pemahaman yang komprehensif terkait tata kelola data pembangunan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh desa di Dumoga Timur mampu menyajikan data yang berkualitas, serta berkontribusi terhadap peningkatan status desa dan percepatan pencapaian SDGs di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow.***





