Rote Ndao,Sulutnews.com — Udara pagi Rote Ndao masih semilir sejuk saat Jumat, 6 Juni 2025 tiba. Suasana khidmat namun penuh sukacita menyelimuti tiga masjid di Kecamatan Rote Timur dan Papela. Hari itu, 13 ekor sapi kurban tiba, dibawa sebagai simbol nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bupati Paulus Henuk, didampingi mantan Penjabat Bupati Rote Ndao dan rombongan pejabat penting, langsung memimpin penyerahan hewan kurban tersebut.
Di Masjid Al-Bahri, Masjid Al-Muhajidin, dan Masjid Al-Muhajirin Papela, suasana penuh haru bercampur bahagia terpancar dari wajah-wajah para pengurus masjid dan warga setempat. Sebanyak 11 ekor sapi berasal dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, satu ekor dari Presiden RI, dan satu ekor lagi dari Gubernur NTT. Masjid Al-Muhajirin Papela bahkan menerima tambahan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT, menambah semarak perayaan Idul Adha tahun ini.
Hewan kurban yang gemuk dan sehat itu bukan sekadar daging sembelihan. Di baliknya tersirat makna mendalam, seperti yang disampaikan Bupati Paulus Henuk dan Gubernur NTT dalam sambutan mereka. Penyerahan sapi kurban ini merupakan manifestasi nyata kepedulian pemerintah terhadap pelaksanaan ibadah kurban dan penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat Rote Ndao. Lebih dari itu, Idul Adha dimaknai sebagai momentum mempererat silaturahmi, menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning, S.Pt., menambahkan bahwa penyaluran hewan kurban ini adalah bagian dari kontribusi aktif pemerintah dalam mendukung kehidupan beragama dan sosial masyarakat. Bantuan ini menjadi simbol kebersamaan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus wujud nyata pelayanan publik di bidang keagamaan.
Proses penyerahan hewan kurban berlangsung khidmat dan lancar. Senyum dan ucapan syukur terpancar dari setiap wajah yang hadir. Lebih dari sekadar bantuan, penyerahan sapi kurban ini telah menorehkan kisah indah tentang kebersamaan, kepedulian, dan harmoni antara pemerintah dan masyarakat Rote Ndao. Suasana tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat Idul Adha telah menyatukan hati dan memperkokoh tali persaudaraan di daerah terpencil ini.
Reporter: Dance Henukh






