Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Asahan · 26 Mei 2025 23:34 WITA ·

Arogansi Kepala Desa Padang Mahondang Membubarkan Kelompok Tani Bawa Ormas Pemuda Pancasila dan FKPPI


Arogansi Kepala Desa Padang Mahondang Membubarkan Kelompok Tani bawa ormas Pemuda Pancasila dan FKPPI. Perbesar

Arogansi Kepala Desa Padang Mahondang Membubarkan Kelompok Tani bawa ormas Pemuda Pancasila dan FKPPI.

Asahan, Sulutnews.com – Pernandus Siregar selaku kepala Desa Padang Mahondang yang seharusnya menjadi panutan warga didesanya ini malah menjadi duri bagi warganya. Terlihat ke arogansinya dalam menangani kelompok tani di desanya.

Menurut warga dan juga pengurus kelompok Tani bpk Simanjuntak mengatakan,bahwa Pernandus Siregar membawa ormas Pemuda Pancasila dan FKPPI untuk membubarkan kegiatan pertemuan Siratuhrahmi sesama anggota kelompok tani.

Bahkan Pernandus Siregar didepan Kelompok tani mengatakan bahwa didusun 9 tidak ada kelompok tani bernama Kelompok Tani Maju Bersama.
Jadi kelompok tani itu ilegal.

Sementara menurut Simanjuntak bahwa kelompok tani mereka sudah legal dan terdaptar di instansi terkait,bahkan lahan yang akan di bagi ke kelompok tani sudah terdaptar di Ke Menterian Ke hutanan dan Pertanian,

Tanah hutan register 40 yang pengelolaannya diserahkan ke kelompok tani.Jadi tidak ada dasar hukumnya Pernandus Siregar membubarkan dan menyatakan kelompok tani Maju bersama itu adalah ilegal,ujar Simanjuntak sewaktu di temui Sulut News .com di warung Padang Mahondang beberapa hari lalu

Selanjutnya Simanjuntak juga menerangkan,pada saat itu kami Pengurus dan anggota sedang bertatap muka dan mendengar pengarahan dengan seseorang yang dapat membawa kemajuan kelompok Tani Maju bersama.

Disitulah Kades bersama Anggota ormas memaksa semua kegiatan yang dilakukan kelompok Tani di hentikan dan semua harus bubar,masyarakat yang juga kelompok tani karena melihat ke arogansian kades dan ormas ,pengurus kelompok tani akhirnya membubarkan diri.

Reporter : Agustua Panggabean

Artikel ini telah dibaca 1,512 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 21:30 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 20:44 WITA

Trending di Asahan