Rote Ndao,Sulutnews.com – Kehadiran aktif Simson Polin, suami Wakil Bupati Rote Ndao dan anggota DPRD Provinsi NTT, dalam kegiatan pemerintahan daerah telah memicu perdebatan sengit mengenai etika pemerintahan, profesionalitas, dan bahkan dugaan sabotase. Dr. Aksi Sinurat, SH, M.Hum, Di Konfirmasi Jumat 16 Mei 2025.Menilai situasi ini sebagai pelanggaran moral dan etika pemerintahan yang serius.
Pertanyaan Publik yang Menggema
Pantauan media menunjukkan keterlibatan intensif Pak Polin dalam berbagai kegiatan pemerintahan Kabupaten Rote Ndao, melampaui peran seorang anggota legislatif. Hal ini menimbulkan kekhawatiran publik mengenai beberapa hal krusial:
Konflik Kepentingan: Apakah keterlibatan Pak Polin sesuai dengan etika dan kewenangannya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT? Apakah hal ini menimbulkan konflik kepentingan yang mengaburkan batas antara eksekutif dan legislatif?
Efisiensi Pemerintahan.Apakah kehadiran Pak Polin yang lebih aktif daripada Bupati Rote Ndao sendiri dalam membimbing Wakil Bupati, berdampak pada efektivitas pemerintahan daerah
Perlunya Kejelasan Peran dan Transparansi
Dr. Sinurat menekankan pentingnya kejelasan peran dan tanggung jawab Simson Polin. Batasan kewenangannya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT dan keterlibatannya dalam pemerintahan daerah Rote Ndao harus ditegaskan dan dipertanggungjawabkan. Transparansi dan akuntabilitas merupakan kunci kepercayaan publik.
Mekanisme yang efektif dibutuhkan untuk memastikan peran ganda ini tidak menghambat pemerintahan yang baik dan efektif di Rote Ndao, serta menjaga marwah lembaga legislatif.
Momentum Penguatan Tata Kelola Pemerintahan
Debat publik ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Rote Ndao.
Menjalankan tugas sesuai aturan dan etika. Kepercayaan publik harus diutamakan, dan hal ini hanya dapat dicapai melalui pemerintahan yang bertanggung jawab dan transparan. Semoga polemik ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait, untuk senantiasa menjunjung tinggi etika dan moralitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Reporter:Dance Henukh







