Rote Ndao,Sulutnews.com – Pada Kamis, 1 Mei 2025, sebuah tragedi menimpa dua nelayan di Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya. Kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WITA ketika Jakob Siokh dan Andreas Boak berangkat melaut menggunakan sampan fiber untuk memasang pukat. Sekitar pukul 11.00 WITA, saat mereka hendak pulang, sampan mereka diterjang gelombang besar akibat cuaca buruk yang disertai hujan dan angin kencang.
Kedua nelayan tersebut jatuh ke laut dan berjuang untuk mencapai pantai. Namun, gelombang besar kembali menerjang mereka. Sayangnya, Jakob Siokh tidak dapat bertahan dan terlepas dari Andreas Boak, kemudian terseret arus. Andreas Boak berhasil mencapai pantai dengan bantuan beberapa anak yang melihatnya terdampar. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga.
Kepala Desa Fuafuni, Nitaniel Pandie, setelah menerima laporan tersebut, langsung menghubungi Tim SAR, Lanal Pulau Rote, Kapolsek Rote Barat Daya, dan tim penanggulangan bencana. Tim gabungan tersebut segera melakukan pencarian dan menemukan jenazah Jakob Siokh di tengah-tengah pohon mangrove dalam keadaan meninggal dunia.
Korban, Jakob Siokh, merupakan warga Desa Fuafuni, Dusun Lodokoen, RT 2, RW 1, Kecamatan Rote Barat Daya. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Fuafuni. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi nelayan untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca sebelum melaut.
Reporter:Dance Henuk







