Rote Ndao,Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 pada Kamis, 24 April 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, di hadapan jajaran perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta perwakilan masyarakat dan kelompok inklusi.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa RPJMD 2025–2029 mengusung visi besar:
“Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa: Transparan, Adil, Cerdas, Sehat, Sejahtera, dan Kompetitif”
Visi tersebut dijabarkan dalam lima misi utama pembangunan, yakni tata kelola pemerintahan yang bersih dan partisipatif, pembangunan infrastruktur yang tangguh, penguatan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal, dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Bupati juga memperkenalkan konsep pembangunan “Mbule Sio” – sembilan agenda prioritas daerah yang menjadi arah transformasi Rote Ndao. Tema perencanaan pembangunan tahun 2026 yang diangkat adalah:
“Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Ekonomi Inklusif untuk Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Sejahtera Rakyat Berkelanjutan.”
Tema ini sekaligus menjadi perwujudan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2029.
Prioritas pembangunan tahun 2026 mencakup:
1. Reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik.
2. Peningkatan SDM unggul dan berbudaya.
3. Penguatan ekonomi inklusif berkelanjutan berbasis potensi lokal.
4. Peningkatan kesejahteraan sosial berbasis kesetaraan dan inklusi.
5. Peningkatan infrastruktur, penataan ruang, dan kelestarian lingkungan hidup.
Efisiensi Anggaran dan Penyesuaian Pembangunan
Bupati mengungkapkan bahwa seiring dengan terbitnya Instruksi Presiden No.1 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri Keuangan No.29 Tahun 2025, Pemkab Rote Ndao harus melakukan efisiensi dana transfer pusat senilai Rp55,64 miliar. Hal ini berdampak pada penyesuaian APBD 2025 dari Rp872,54 miliar menjadi sekitar Rp816,9 miliar, serta mempengaruhi perencanaan pembangunan 2026.
Sebagai solusi, Pemda telah menjalin kolaborasi bersama Gubernur NTT dan 21 kementerian/lembaga, yang menghasilkan berbagai komitmen pendanaan, antara lain:
– Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial sebesar Rp100 miliar.
– Laboratorium Kesehatan dari Kemenkes senilai Rp20 miliar.
– Perpustakaan Daerah dari Perpusnas sebesar Rp11 miliar.
– Pembukaan lahan pertanian baru seluas 7.800 hektare dari Kementan.

Digitalisasi dan Kolaborasi sebagai Kunci
Bupati juga menekankan pentingnya kerja yang inovatif dan efisien melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pelayanan publik dan administrasi pemerintahan diharapkan dapat dilakukan secara daring guna meningkatkan efektivitas kerja.
Forum Konsultasi sebagai Komitmen Bersama
Forum konsultasi publik hari ini, menurut Bupati, merupakan bagian krusial dalam penyusunan RPJMD sesuai Permendagri No.86 Tahun 2017. Forum ini menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat dan penguatan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan di Rote Ndao selaras dengan kebijakan provinsi dan nasional.
Mengarah ke Rote Ndao Nusa Malole 2045
Sebagai penutup, Bupati Paulus Henuk mengajak seluruh elemen masyarakat Rote Ndao untuk bergandengan tangan dan bekerja secara kreatif, inovatif, dan konstruktif.
“Mari kita wujudkan transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa menuju Rote Ndao Nusa Malole 2045,” tegas Bupati.
Reporter : Dance henukh







