Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Tebing Tinggi · 11 Apr 2025 09:23 WITA ·

Mensos Kunker Ke Kota Tebing Tinggi


Mensos Kunker Ke Kota Tebing Tinggi Perbesar

Tebing Tinggi, sulutnews.com – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf yang juga dikenal sebagai Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebing Tinggi pada Jumat (11/4/2025) untuk meninjau Kampus UINSU yang berlokasi di kompleks perkantoran BP7 yang akan dijadikan sebagai lokasi sekolah rakyat.

Kedatangan Mensos Gus Ipul disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution dan Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih.

Kunjungan Mensos RI ini bertujuan untuk menilai kelayakan kampus tersebut sebagai lokasi pendirian Sekolah Rakyat, program pendidikan unggulan dari Presiden Republik Indonesia. Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan tujuan untuk mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Presiden Prabowo memiliki gagasan untuk mendirikan Sekolah Rakyat yang dikhususkan bagi keluarga miskin dan kategori miskin ekstrem, sebagai upaya memuliakan orang miskin dan membangkitkan ‘wong cilik’ menuju Indonesia Emas 2045 dan 100 tahun kita merdeka. Sekolah ini akan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, bersifat berasrama, dan sepenuhnya dibiayai oleh APBN,” jelas Mensos Saifullah Yusuf.

Mensos menambahkan bahwa Presiden RI menargetkan pendirian minimal satu sekolah di setiap kabupaten/kota, dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa per jenjang. Pada tahun ini, ditargetkan pembangunan sekitar 200 sekolah berdasarkan usulan dari daerah. Proses awal dimulai dengan memanfaatkan aset milik Kemensos, seperti balai, sentra, dan universitas, termasuk dua lokasi di Medan dan Deli Serdang.

“Rekrutmen siswa tidak didasarkan pada prestasi akademik, tetapi berdasarkan status kemiskinan, yang ditentukan melalui data tunggal sosial ekonomi nasional. Sumber data berasal dari Kemensos dan divalidasi oleh BPS, dibagi kedalam desil 1–10, dengan desil 1–2 sebagai kelompok paling miskin,” ujar Mensos.

Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi atas program Sekolah Rakyat dan berharap agar proses pembangunannya dapat segera terealisasi.

“Terima kasih kepada Menteri Sosial, Gus Ipul dan jajaran yang sudah datang meninjau lokasi Sekolah Rakyat. Sebelumya, dari 33 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara, ada 20 yang mengajukan lokasi Sekolah Rakyat. Belum termasuk Kota Tebing Tinggi. Yang lain bukan tidak mau, mungkin lokasinya yang belum ada. Karna memang syarat lokasinya sekitar 5 atau 6 hektar. Dan kami sangat berharap Sekolah Rakyat ini segera rampung dan dapat segera dimulai proses pembelajarannya,” Ujar Gubernur Sumut.

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menyatakan komitmennya untuk mendukung program pendidikan yang dicanangkan untuk masyarakat, khususnya Kota Tebing Tinggi dan siap memperluas lahan Kampus UINSU, yang sebelumnya merupakan aset Pemko Tebing Tinggi, agar memenuhi syarat luas minimal 5-6 hektar untuk pendirian Sekolah Rakyat.

“Sedikit menjelaskan, Kampus UINSU ini sebelumnya merupakan aset Pemko Tebing Tinggi yang kemudian dihibahkan kepada kampus UINSU dan akan menjadi Sekolah Rakyat. Luasnya 2,4 hektar, masih kurang untuk syarat Sekolah Rakyat. Namun kami berkomitmen akan memperluas lahan agar dapat segera dibangun Sekolah Rakyat di Kota Tebing Tinggi,” kata Wali Kota Iman Irdian Saragih.

Sekolah Rakyat ini akan menyediakan pendidikan formal dan pendidikan karakter, serta fasilitas lengkap seperti akomodasi, makanan, alat tulis digital, rumah guru, dan sarana olahraga. Rekrutmen dilakukan secara aktif dan proaktif, termasuk mendatangi rumah-rumah keluarga miskin. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan terintegrasi, serta mendorong pemerintah daerah untuk berperan aktif mendukung implementasinya.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Serdang Bedagai H. Adlin Tambunan, Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi Sakti Khadaffi Nasution, Kepala OPD Provinsi Sumatera Utara dan Kota Tebing Tinggi, dan jajaran Kementerian Sosial. (Dan/Jan)

Artikel ini telah dibaca 1,001 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 21:30 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 20:44 WITA

Trending di Asahan