Menu

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Manado · 11 Apr 2025 04:18 WITA ·

Pansus DPRD Sulut Ungkap Potret Suram Kondisi Wilayah Perbatasan Indonesia – Philipina


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO,Sulutnews.com – Meski perhatian Pemerintah Pusat terhadap Wilayah perbatasan sudah dilakukan namun tindak lanjut dari berbagai kebijakan dalam upaya mensejahterakan rakyat ternyata sampai saat ini belum sepenuhnya terealisasi. Seperti halnya wilayah Kabupaten Talaud yang menjadi salah satu wilayah perbatasan Indonesia ternyata realisasi ketersediaan infrastruktur dibidang Energi, Telekomunikasi dan Perikanan masih menjadi potret suram yang harus dialami dan dirasakan oleh masyarakat Indonesia di wilayah perbatasan ditengah kemajuan pembangunan yang telah dinikmati oleh masyarakat Indonesia di wilayah lain.

“Kendala yang masih butuh perhatian karna sampai saat ini ketersediaan Infrastruktur dibidang Energi seperti sumber listrik di sejumlah desa hanya bisa ternikmati 8 jam sehari dan ini menjadikan masyarakat merasa tidak nyaman,” ungkap Hendry AW Kaitjily Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Sulut dalam laporannya pada rapat pembahasan bersama Pansus DPRD Sulut pembahasan LKPJ Gubernur tahun 2024. Kamis (10/4/2025)

Juga Hendry mengungkapkan kendala yang dihadapi masyarakat yakni ketersediaan Infrastruktur Telekomunikasi masih terkendala.” Untuk mendapatkan akses internet masyarakat sangat terbatas ” ungkap Hendry

Yang harus menjadi perhatian juga infrastruktur Perikanan yang menjadi sumber pendapatan utama masyarakat keberadaan pelabuhan perikanan.” Pusat pelabuhan perikanan saat ini berlokasi di Kota Bitung, jarak tempuh sangat jauh sehingga kondisi ini mengakibatkan celah karena hasil tangkapan ikan justru dijual ke kapal luar negri yang menyebabkan hilangnya pendapatan daerah,” jelas Hendry

Dengan kondisi tersebut dalam kesimpulannya Pansus DPRD Sulut pembahasan LKPJ Gubernur tahun 2024 melalui Ketua Amir Liputo,SH merekomendasikan agar ada perhatian khusus terhadap persoalan yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Talaud.” Akan menjadi catetan rekomendasi kami Pansus untuk disampaikan kepada Pak Gubernur, agar persoalan ini mendapatkan perhatian,” kata Liputo saat rapat pembahasan. Sambil berharap rekomendasi pansus dapat menjadi pijakan bagi pemerintahan YASK-Viktory dalam menjalankan pemerintahan 5 tahun kedepan.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,148 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SMANSA Manado Luncurkan Sistem Absen Digital dan Ukir Prestasi di HUT ke-66, Dikda Sulut Berikan Apresiasi

23 September 2026 - 11:13 WITA

HUT ke 62 Sulawesi Utara, Masyarakat di Wlayah Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud Rindukan Penambahan Transportasi Laut dan Lapangan Kerja

23 September 2026 - 09:52 WITA

Stella Marlina Runtuwene : HUT ke-62, Momentum Menatap Masa Depan dengan Optimisme

23 September 2026 - 07:39 WITA

Rapat Paripurna HUT Sulut: Pangdam XIII/Merdeka Teguhkan Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

22 September 2026 - 22:17 WITA

Ribuan Siswa Kelas XII di 70 Satuan Pendidikan Minut–Bitung Siap Ikut TKA Oktober–November 2026

22 September 2026 - 22:17 WITA

HUT ke-62 Provinsi Sulut, Fraksi Golkar DPRD Minut Suarakan Kebutuhan Masyarakat Sulut

22 September 2026 - 14:30 WITA

Trending di Manado