Manado, Sulutnews.com – Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulut Gorontalo ( BSG) yang direncanakan akan dilaksanakan Rabu (9/4) di Aula Kantor Pusat BSG ada sejumlah nama yang menjadi nominator calon Direktur Utama ( Dirut) BSG lima tahun mendatang.
Salah satu nama mulai disebut-sebut kalangan perbankan DI Sulawesi Utara di antaranya, Jefferson Lungkang SE yang sudah malang melintang didunia perbankan.
Sebagaimana diketahui laba bersih BSG tahun 2013 sebesar Rp 181 Miliar dan tahun 2024 Rp 224 Miliar.
Selama 11 tahun SBG hanya mengalami peningkatan laba sebesar Rp 43 Miliar atau hanya 23,7 persen. Pukul rata hanya sekitar Rp 3,9 Miliar tiap tahun.
Sementara itu Angka ini terhitung kecil untuk BSG yang telah beroperasi enam dekade lebih.
Jefferson Lungkang, yang namanya disebut-sebut menjadi nominator unggulan Dirut atau direksi BSG, pasang target ” Jika dipercaya memimpin BSG dengan dukungan penuh Gubernur sebagai pemegang saham kendali, ia menargetkan akhir tahun 2025 laba bersih meningkat 25 persen atau menjadi sekitar Rp 280-300 Miliar” kata Jeferson kepada wartawan baru baru ini.
Jeffry mengklaim ini bukan janji kosong. Ia yang berpengalaman 27 di dunia perbankan mengerti problem dan strategi bagaimana meningkatkan kinerja bank mencapai target. Program 100 Hari sudah ia rancang.
Beberapa poin program quick wins Jeffry Lunkang yakni Pertama Sumber Daya Manusia, seperti Peningkatan budaya kerja pegawai (disiplin kerja, pelayanan nasabah, etika/etos kerja, kerja sama tim, dan lainnya).
Kemudian Perekrutan profesional di bidang IT dan peningkatan pendidikan, khusunya tenaga-tenaga IT yang ada dan Analis Kredit. Dan Melakukan Analysis Work Load (Analisa Beban Kerja) dan melakukan asesmen pegawai sesuai kompetensi (the right person in the right place).
Mengoptimalkan jalur career path (jenjang karir) dan Data Base pegawai untuk penataan kepangkatan, job group/jabatan operasional.
Target Operasional Peningkatan pengerahan Dana Murah, Peningkatan ekspansi kredit usaha/UMKM (kredit pertanian, perikanan, perdagangan, kredit berbasis APBD/APBN, kredit pada pegawai ASN/Swasta yang prudent dan sehat).
Peningkatan penagihan kredit bermasalah/macet dengan melibatkan aparat hukum. Kemudian Menerapkan budaya efisiensi biaya di seluruh unit kerja (efektif dan efisien), termasuk menekan cost of fund (rate yang kompetitif).
Meningkatkan dan evaluasi operasionalisasi core banking system yang ada. Ketiga Penambahan Modal Internal Melalui Revaluasi Aset dan Penataan Administrasi Aset Bank Dan Mengadakan penguatan/peningkatan modal secara internal dengan jalan revaluasi aset bank yang nilai bukunya sudah tidak up to date.
— Menertibkan administrasi di seluruh bagian, termasuk penataan administrasi aset/inventaris kantor (gedung, kendaraan, perabot kantor dan lainnya), keempat menurut Lungkang , Peningkatan Fungsi Pengawasan.
Yakni Selain peran tim audit internal, pengawasan juga melibatkan peran seluruh unsur pegawai di semua unit kerja yang ada (ex post). Selain peran Tim Kepatuhan, juga dilibatkan peran seluruh unsur pegawai dalam meningkatkan fungsi pengawasan di semua unit kerja yang ada (ex ante).
Dan Peningkatan pengawasan di bidang Information Technology (IT) dengan bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) mengatasi hacker dan korupsi. (Fanny)







