Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bolmut · 21 Mar 2025 22:45 WITA ·

Danau Teratai Putih, Danau Serapan Air Hujan Di Kec. Bolangitang Barat


Danau Teratai Putih, Danau Serapan Air Hujan Di Kec. Bolangitang Barat Perbesar

Danau Teratai Putih Bolangitang Barat
Bolmut, Sulutnews.com – Tanggal 22 Maret setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Air Sedunia (World Water Day). Jumat (21/03/2025).

Hal ini sesuai dengan kesepakatan pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke 47 pada tanggal 22 Desember 1992.

Hari Air Sedunia mulai diperingati sejak tahun 1993 sebagai upaya untuk menarik perhatian masyarakat dunia terkait pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan.

Fokus utama hari air sedunia adalah untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6: Air dan sanitasi untuk semua.

Pada tahun 1912, Kerajaan Bolangitang dan Kerajaan Kaidipang bergabung menjadi Kerajaan Kaidipang Besar, diperintah oleh rajanya yang pertama dan terakhir, Raja Ram Suit Pontoh (R.S.Pontoh), berkuasa selama 34 tahun memerintah hingga tahun 1950, menyatakan diri bergabung dengan Negara Republik Indonesia.
Radja Kaidipang Besar Ram Suit Pontoh 1912-1950
Istana Radja Kaidipang Komaliq
Kerajaan Kaidipang dikenal terpanjang pantainya, terletak di pesisir pantai utara Sulawesi Utara.

Radja Kaidipang besar Ram Suit Pontoh sangat berjasa membangun kerajaannya dan fokus pada pembangunan infrastruktur pertanian dengan membangun bendungan air di Desa Pontak serta membangun irigasi mengairi ribuan hektar persawahan.

Kemampuan manajerialnya adalah mendatangkan para arsitektur bendungan dan tata kota dari negeri Belanda.

Konsep membangun pusat kepemerintahan di ibukota Boroko dan Bolangitang adalah menyiapkan danau buatan di belakang Istana Komaliq dan menata danau teratai putih untuk menampung air hujan, guna mencegah banjir pada saat pasang surut air laut.

Prinsip utama danau resapan ini adalah memperluas bidang penyerapan. Teknik ini adalah upaya manusia untuk mempertahankan, meningkatkan, dan mengembangkan daya guna air.

Cara yang digunakan adalah dengan menambah besar tampungan air tanah dan mengurangi dimensi jaringan drainase.

Terdapat beragam manfaat danau bagi masyarakat dan lingkungan hidup. Dengan adanya danau alami ataupun buatan, ada beragam fungsi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Danau sendiri merupakan salah satu wujud sumber daya alam yang tepatnya dikelilingi oleh daratan luas. Secara alamiah, proses pembentukannya tentu tak membutuhkan waktu yang singkat.

Biasanya, danau dapat terbentuk lantaran adanya pencairan gletser, munculnya sumber mata air, hingga adanya aliran sungai yang membentuk cekungan sedemikian rupa. Tak hanya bagi manusia, manfaat danau juga dapat dirasakan oleh berbagai makhluk hidup lainnya hingga mampu membentuk suatu ekosistem alami.

Apa manfaat danau resapan air pada musim hujan? Berikut 5 manfaat utamanya.
1. Mengurangi dan mencegah risiko banjir.
2. Menambah cadangan air tanah sehingga ketersediaan air tanah terjaga.
3. Mencegah erosi tanah pada wilayah perbukitan.
4. Mencegah intrusi air laut (perembesan air laut atau cairan lain ke dalam lapisan tanah sehingga menyebabkan percampuran).
5. Menampung debit air hujan yang turun di daerah tersebut.

Pada dasarnya, daerah resapan air adalah sebuah daerah yang disediakan untuk masuknya air dari permukaan tanah ke dalam zona jenuh air sehingga membentuk suatu aliran air di dalam tanah.

Philips Pontoh dikenal sebagai pemuda yang peduli pada budaya adat istiadat serta peduli dengan kelestarian lingkungan hidup, berharap kepada pemerintah daerah Bolaang Mongondow Utara dalam setiap kebijakan untuk hati-hati memberikan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di seputaran danau teratai putih Bolangitang Barat.
Philips Pontoh, budayawan dan pemerhati lingkungan hidup
“Kita berharap Danau Teratai Putih di Bolangitang Barat tetap dipertahankan keberadaannya, dapat dijadikan obyek wisata alam. Jika danau ini hilang fungsinya sebagai danau serapan air hujan, maka suatu saat banjir akan datang menghantam pemukiman penduduk,” ungkapnya. *** GG

Artikel ini telah dibaca 1,363 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Memberdayakan Ekonomi Kerakyatan, Diluncurkan Centra UMKM Wisata Pantai Batupinagut

16 Agustus 2026 - 01:03 WITA

Kapolres Andhika Fitransyah Bersinergi Dengan Pengadilan Agama Boroko, Dorong Pelayanan Proses Hukum Aman & Berkeadilan

15 Agustus 2026 - 01:29 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Merestui dr. Reza Goma Melanjutkan Studi Dokter Spesial Jantung

13 Agustus 2026 - 13:44 WITA

Remaja 15 Tahun Alami Kecelakaan Tunggal di Persawahan Dalapuli Barat

13 Agustus 2026 - 09:37 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Hadiri Pengukuhan DPD & DPC Srikandi Jaga Desa Se-Sulut

10 Agustus 2026 - 11:59 WITA

Apel Pagi & Gaktiblin Polres Bolmong Utara Perkuat Disiplin Serta Kesiapan Personel

10 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Trending di Bolmut