Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Opini · 15 Jan 2024 07:28 WITA ·

Peringati Peristiwa Malari 1974 : dr. Hariman Siregar Sang Pendobrak Penguasa Otoriter


Foto : Yono Hartono (Wakil Ketua Umum SMSI Pusat) Perbesar

Foto : Yono Hartono (Wakil Ketua Umum SMSI Pusat)

Penulis : Yono Hartono (Wakil Ketua Umum SMSI Pusat)

dr.Hariman Siregar Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia UI, yang juga mantan ketua dewan mahasiswa UI, pada masa rezim orde baru sempat dipenjarakan terkait Peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 atau lebih dikenal dengan peristiwa Malari tahun 1974, sebagai Aktor Utama Peristiwa Malari, Hariman tidak gentar melawan Penguasa yang sangat otoriter pada saat itu.

Pecahnya Peristiwa Malari, adalah  bentuk dari tanggung Jawab Hariman,  Sebagai mahasiswa, yang memiliki tanggung jawab terhadap kontrol sosial, dimana Kekuatan Asing merajalela Kuasai Indonesia.

Jenderal Soeharto Sebagai Presiden dimasa orde baru, sangat represif terhadap sikap kritis mahasiswa, apalagi sosok mahasiswa seperti Hariman Siregar, yang bukan hanya kritis, tapi juga mampu menggerakan masa, untuk turun ke jalan, lakukan protes, berbagai macam kebijakan Penguasa saat itu, yang merugikan bangsanya sendiri.

dr.Hariman Siregar dan kawan-kawannya, bertindak melakukan perlawanan terhadap penguasa saat itu rezim orde baru, yang berakibat Hariman harus masuk jeruji penjara penguasa. Bagi Hariman membela Rakyat dari Penghisapan pihak Asing lebih utama meski nyawa dan penjara menjadi taruhannya.

Pasca reformasi rezim orde baru runtuh, hariman tidak lantas gila jabatan dan gila untuk berkuasa, hariman tetap menjadi aktivis pejuang demokrasi di Indonesia, dengan mendirikan sebuah wadah yang bernama Indemo, melalui Indemo, hariman tetap menjadi manusia yang kritis, mensikapi segala prilaku politik penguasa yang anti demokrasi dan diskriminasi, apalagi sampai memaksakan diri berkuasa untuk dinasti.

Selamat Memperingati Peristiwa Malari 15 Januari 2024.

Artikel ini telah dibaca 1,560 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Waooh Proses Tender Pinjam Bendera di Rote Ndao: Perhatian Serius

3 Februari 2026 - 20:52 WITA

Keamanan, Ketertiban dan Kemajuan Daerah di Tangan FORKOPIMDA

3 Februari 2026 - 19:48 WITA

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao Hadiri Rakornas Pusat -Daerah Tahun 2026

2 Februari 2026 - 23:24 WITA

Trending di Advetorial