Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bengkulu · 9 Okt 2023 23:51 WITA ·

Menteri Dalam Negeri Mendorong Pemimpin Daerah Tangani Inflasi Tahun 2023


Menteri Dalam Negeri Mendorong Pemimpin Daerah Tangani Inflasi Tahun 2023 Perbesar

Sulutnews.com, Kaur – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, M. Tito Karnavian, memberikan peringatan yang tegas kepada para pemimpin dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk tetap berkomitmen dalam mengatasi masalah inflasi Daerah.

Pertemuan ini diikuti secara virtual oleh pemerintah Daerah Kabupaten Kaur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kastilon Sirad mewakili Bupati Kabupaten Kaur, bertempat di Aula lantai III Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Senin (09/10/2023).

Hadir dalam pertemuan ini Kepala BPKAD, Bappeda-Litbang, Kadis Sosial, Sekdin Perindagkop-UKM, Perwakilan BPS, Perwakilan Porles Kaur, dan Perwakilan Pos AL Linau yang tergabung dalam TPID dan Satgas Pangan Kabupaten Kaur.

Mendagri M. Tito Karnavian menyampaikan, Inflasi adalah masalah yang fluktuatif, bergerak naik atau turun setiap saat, dan dapat memiliki dampak serius pada ekonomi masyarakat jika tidak ditangani dengan serius.

“Ia menjelaskan bahwa inflasi merupakan masalah yang dinamis dan harus ditangani dengan serius dan berkelanjutan. Inflasi saat ini terjadi di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tidak stabilnya Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada beberapa komoditas pangan, terutama pada barang-barang kebutuhan pokok masyarakat”, ujar Tito Karnavian.
Dengan merujuk pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat adanya kenaikan harga komoditas seperti gula pasir, bawang putih, dan beras dari bulan Agustus hingga awal Oktober 2023.

Oleh karena itu, Mendagri Tito meminta para Kepala Daerah, bersama TPID dan Satgas Pangan, untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait, bekerja sama dengan daerah penghasil, melaksanakan operasi pasar secara rutin, dan menggelar program pangan murah setiap pekan.

“Tito Karnavian mengingatkan, sebagian besar kenaikan harga komoditas dan inflasi dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh faktor alam, seperti musim kemarau yang banyak melanda daerah di Indonesia, ia menekankan pentingnya tetap waspada, tanggap, dan berkolaborasi dalam mengatasi masalah ini di wilayahnya masing-masing”, tutup Tito Carnavian.

Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, TPID, dan semua pihak terkait, diharapkan bahwa upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif, dan masyarakat Indonesia dapat menghadapi tantangan ekonomi ini dengan lebih baik. (met)

 

Artikel ini telah dibaca 8,014 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Helmi Hasan Tamba Kuota BSPS, Bengkulu Raih 1.299 Unit Rumah Layak Huni

6 April 2026 - 22:49 WITA

Korwil Media Sulawesi Sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 - 15:14 WITA

Polda Bengkulu Perketat Pengamanan Ramadan 1447 H, Terapkan Jam Belajar Malam

24 Februari 2026 - 13:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Bahas Sinergi, Ketum AMJ Audiensi dengan Wali Kota Bengkulu

31 Januari 2026 - 23:44 WITA

Trending di Bengkulu