Rote Ndao, Sulutnews.com – Kelangkaan minyak dan lonjakan harga bensin telah menghantui warga Kelurahan Mokdale, tepatnya di samping SMP Negeri 2 Lobalain. Hesron Tulle, seorang pengecer yang beroperasi di wilayah tersebut, mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pengendara.
Hesron Tulle, warga setempat adalah pengecer minyak, mengakui bahwa situasi kelangkaan minyak telah mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. “Kami mencari solusi dengan membeli dari pengecer lain, seperti Nias Adu, di Kecamatan Rote Selatan. Kami juga ingin membantu menjaga kelancaran keadaan di dalam kota karena kelangkaan bahan bakar ini telah berlangsung selama lebih dari beberapa hari ini,” ungkap Hesron.
Meskipun harga bensin yang ditawarkan oleh pengecer seperti Hesron adalah Rp.20.000 per liter, harga ini jauh di atas harga normal. Jonathan Nulek, seorang pembeli yang merasa kesal dan kecewa, menggambarkan situasi ini. “Harga BBM melonjak tinggi, dan takarannya pun terasa tidak masuk akal. Saya tahu kami harus membayar lebih mahal, tetapi harga Rp.20.000 per liter dengan takaran yang tidak masuk akal membuat kami merasa frustasi,” katanya.
Para pengecer seperti Hesron Tulle menghitung keuntungan mereka dengan cara membeli bensin dalam jumlah besar dan menambah takaran sebelum menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Dalam satu perjalanan, mereka bisa membeli hingga 60 liter, yang kemudian dijual dengan harga yang menguntungkan.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan dan harga yang stabil bagi masyarakat pengendara di Rote Ndao. Mereka berharap agar pemerintah setempat dapat segera mengatasi kelangkaan minyak dan fluktuasi harga yang terus meningkat.
Reporter : Dance henukh




