Manado,Sulutnews.com – Calon Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandouw, M.Kes., menegaskan komitmennya menjadikan Unsrat maju dan unggul ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah mengupayakan sekitar 100 lebih program studi (Prodi) di 11 fakultas meraih akreditasi Unggul bila terpilih sebagai Rektor Unsrat periode 2026–2030.
Hal itu disampaikan Prof. Grace Kandouw menjawab pertanyaan wartawan Sulutnews.com usai mendaftar sebagai calon Rektor di Auditorium Unsrat, Kamis (5/11/2026). Saat mendaftar, ia didampingi tim, sejumlah anggota Senat, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), serta keluarga.
Fokus Akreditasi Unggul
Menurut Grace Kandouw yang juga mantan Dekan FKM Unsrat, Unsrat sebagai kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia Timur harus tampil lebih baik dan unggul.
“Karena itu kita fokus dan berupaya 100 lebih Prodi harus berakreditasi unggul,” katanya.
Ia menyebut saat ini capaian akreditasi Unggul belum mencapai 50 persen.
“Belum capai 50 persen kalau tidak keliru data yang ada,” ujar Kandouw.
Tata Kelola Transparan dan Kolaborasi
Selain akreditasi, Grace menegaskan pentingnya pembenahan sarana dan prasarana, termasuk kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan. Ia juga berkomitmen menerapkan tata kelola kampus yang transparan dan terbuka bagi semua masyarakat, termasuk pers.
“Kita akan transparan dan akuntabel serta berkomitmen untuk berkolaborasi dengan semua pihak,” katanya.
Unsrat, lanjutnya, akan mendorong kualitas dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang master dan doktor, serta menjalin kerja sama dengan kampus dalam dan luar negeri, pemerintah daerah Sulut, dan kabupaten/kota. Koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) juga akan terus dijaga.
“Kita ingin lulusan Unsrat lebih berkualitas ke depan,” ujar Grace Kandouw.
Dalam pendaftaran tersebut, Prof. Kandouw bersama calon lain membacakan dan menandatangani sembilan poin Pakta Integritas di hadapan panitia Pilrek, disaksikan pendukung, mahasiswa, dosen, pers, dan LSM.
Setengah Anggota Senat Dukung Grace
Prof. Stevanus Sampe, S.Sos., Ph.D., Guru Besar FISIP Unsrat yang tergabung dalam tim pendukung, menyatakan dukungan anggota Senat Unsrat kepada Prof. Grace Kandouw sudah mencapai setengah dari 72 anggota Senat.

Foto – Prof Stefanus Sampe Ph.D Guru Besar FISIP Unsrat Manado
“Kami sudah mendata jumlah dukungan dan dipastikan akan lolos tiga besar dalam pemilihan pada 25 November 2026 untuk mencari tiga nama yang dikirim ke Kemendiksaintek,” kata Prof. Sampe.
Ia optimistis pada pemilihan 18 Desember 2026, dengan 35 persen suara dari Kemendikdasmen, Grace akan meraih suara terbanyak.
“Kami optimis itu terwujud,” ujarnya.
Prof. Sampe menilai program Prof. Grace Kandouw untuk menjadikan Unsrat unggul didukung pengalaman sebagai mantan Dekan FKM.
“Kita akan melihat Unsrat maju ke depan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Prof. Sampe yang meraih Ph.D. Government di University of Canberra, Australia, serta Master Kebijakan Publik dari Australian National University.
Guru Besar Harap Unsrat Lebih Baik
Sejumlah guru besar Unsrat berharap Rektor terpilih nanti, siapa pun, mampu memajukan Unsrat agar lebih baik dan unggul.
“Unsrat harus lebih baik dari sekarang ini,” kata Prof. Dr. Ir. Markus Lasut, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Rino Rogi, M.S., dan Prof. Dr. Ir. Zetly Tamod, M.S., kepada wartawan Sulutnews.com di sela pendaftaran calon Rektor, Kamis (5/11/2026).

Foto – Prof Dr Ir Markus Lasut M.Sc Direktur Pasca Sarjana Unsrat
Menurut Prof. Markus Lasut yang juga Direktur Pascasarjana Unsrat, dari 100 lebih program studi di Unsrat, belum semuanya berakreditasi Unggul.
“Ini pekerjaan rumah calon Rektor baru ke depan agar Prodi yang belum terakreditasi direalisasikan untuk berakreditasi Unggul,” kata Prof. Lasut.
Prof. Rino Rogi menambahkan, hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
“Jadi Unsrat harus maju, lebih baik, dan unggul ke depan,” kata Rogi, Guru Besar Fakultas Pertanian Unsrat.

Foto – Prof Dr Ir Setly Tamod .MS Juru Bicara Panitia Pilrek Unsrat 2026
Sementara Prof. Zetly Tamod menilai persaingan perguruan tinggi sangat ketat saat ini dan ke depan. Karena itu, Unsrat harus dibenahi, kesejahteraan dosen ditingkatkan agar kinerja lebih baik, serta tata kelola transparan dan akuntabel.
“Berakreditasi unggul semua Prodi itu harus diupayakan Rektor terpilih nanti,” kata Prof. Zetly Tamod yang juga menjabat di Komisi Etik Unsrat. (Fanny)






