Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bisnis · 31 Okt 2026 10:52 WITA ·

Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT


 Perkuat Aksi Kemanusiaan, BRI Finance dan YBM BRILiaN Bantu Masyarakat Terdampak Gempa NTT Perbesar

Jakarta, 22 September 2026 – Upaya pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Merespons kondisi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program “BRIF Sehati – Tanggap Bencana Gempa NTT”.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Melalui BRIF Sehati, kami ingin mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Kolaborasi dengan YBM BRILiaN memungkinkan dukungan ini disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam masa pemulihan setelah bencana.”

Gempa bumi M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan episentrum di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, pada kedalaman 15 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar naik pada struktur Flores Back-arc Thrust. Gempa juga sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum peringatan tersebut diakhiri pada hari yang sama.

Dampak gempa tidak hanya dirasakan pada saat kejadian, tetapi juga berlanjut pada proses pemulihan masyarakat. Berdasarkan data BNPB per 7 September 2026, sebanyak 51.591 unit rumah telah diverifikasi dari 102.384 unit rumah yang menjadi sasaran pendataan awal di tujuh kabupaten terdampak. Dari rumah yang telah diverifikasi tersebut, 2.382 unit tercatat mengalami rusak berat, 7.276 unit rusak sedang, dan 14.177 unit rusak ringan. Data tersebut masih bersifat dinamis seiring proses verifikasi di lapangan.

Kolaborasi menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascabencana. BNPB sebelumnya juga menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai mitra dalam melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk melalui joint needs assessment di Kabupaten Sikka agar dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

BRI Finance berharap bantuan melalui program BRIF Sehati dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung proses pemulihan di NTT.

“Semoga masyarakat NTT yang terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi proses pemulihan ini. Kami juga berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus berjalan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan membangun kehidupan mereka secara bertahap,” tutup Dhani.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 3,33% per Tahun untuk Pembiayaan Mobil Baru

31 Oktober 2026 - 10:53 WITA

NPF di Bawah Rata-Rata Industri, BRI Finance Konsisten Jaga Kualitas Pembiayaan

31 Oktober 2026 - 10:47 WITA

Perkuat Literasi Keuangan, BRI Finance Dorong Pembiayaan yang Bertanggung Jawab

31 Oktober 2026 - 10:46 WITA

Mengapa Pemeriksaan Keaslian Menjadi Langkah Penting dalam Gadai Tas Branded?

31 Oktober 2026 - 10:45 WITA

BRI Finance Hadirkan BRI Flash, Solusi Dana Tunai Tanpa Mengganggu Mobilitas

31 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

31 Oktober 2026 - 07:12 WITA

Trending di Bisnis