Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bisnis · 20 Okt 2026 10:20 WITA ·

Harga Minyak WTI Hari Ini: Dupoin Futures Soroti Peluang Kenaikan ke US$106,61


Harga Minyak WTI Hari Ini: Dupoin Futures Soroti Peluang Kenaikan ke US$106,61 Perbesar

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami open gap down setelah sebelumnya menyentuh area US$104 per barel. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual setelah kenaikan harga yang tajam. Meski demikian, analisis Dupoin Futures pada timeframe Weekly masih mengidentifikasi potensi kelanjutan tren bullish, dengan level US$96,54 sebagai support penting dan US$106,61 sebagai target resistance berikutnya.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa struktur teknikal WTI masih membuka peluang penguatan setelah harga berhasil melakukan breakout terhadap resistance minor. Dalam analisis teknikal, resistance yang ditembus berpotensi berubah fungsi menjadi support baru. Karena itu, Dupoin Futures menyoroti area US$96,54 sebagai level penting untuk mengukur kekuatan tren kenaikan minyak mentah.

Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, harga WTI berpeluang mengalami pullback terlebih dahulu untuk menguji kembali area support US$96,54. Koreksi tersebut dapat menjadi bagian dari proses pengujian level breakout sebelum harga menentukan arah berikutnya. Jika support mampu bertahan dan momentum beli kembali menguat, WTI berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance US$106,61.

Namun, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa potensi bullish perlu dikonfirmasi melalui respons harga di sekitar support. Jika tekanan jual berlanjut hingga harga menembus US$96,54, kekuatan skenario kenaikan perlu dievaluasi. Oleh sebab itu, perkembangan harga setelah koreksi menjadi salah satu aspek penting dalam membaca prospek minyak WTI.

Dari sisi fundamental, pasar minyak masih dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan energi Amerika Serikat, khususnya kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap ekspor energi Rusia. Berdasarkan rangkuman Reuters, peluang bertambahnya pasokan minyak Rusia dapat memengaruhi keseimbangan pasokan global. Apabila tambahan pasokan benar-benar terealisasi, harga minyak berpotensi menghadapi tekanan karena ketersediaan minyak di pasar meningkat.

Sentimen pasokan tersebut turut menjadi perhatian di tengah pergerakan WTI yang mengalami gap down setelah sebelumnya menyentuh US$104 per barel. Meski demikian, pelemahan pada pembukaan perdagangan belum dengan sendirinya menandakan berakhirnya tren bullish. Menurut pendekatan analisis Dupoin Futures, arah selanjutnya tetap perlu dilihat dari interaksi antara pergerakan harga, level support, dan perubahan sentimen fundamental.

Di sisi lain, risiko geopolitik di Timur Tengah masih berpotensi membatasi penurunan harga minyak. Ketegangan di kawasan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi dan keamanan pasokan global. Jika risiko gangguan distribusi meningkat, pasar dapat kembali memperhitungkan potensi keterbatasan pasokan, sehingga memberikan dukungan terhadap harga WTI.

Dengan mempertimbangkan kondisi teknikal dan fundamental, Dupoin Futures menempatkan US$96,54 sebagai level support utama yang perlu dipantau, sementara US$106,61 menjadi resistance berikutnya dalam skenario kenaikan. Kemampuan harga bertahan di atas support setelah mengalami koreksi dapat mendukung peluang penguatan lanjutan. Sebaliknya, penembusan support dan berlanjutnya tekanan jual dapat mengubah prospek tersebut. Perkembangan ekspor energi Rusia dan situasi geopolitik Timur Tengah juga tetap menjadi faktor yang memengaruhi arah harga minyak.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian pergerakan harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Kapabilitas TIC, SUCOFINDO Resmi Menjadi Full Member Asia Network Forum (ANF)

20 Oktober 2026 - 13:18 WITA

Apple Umumkan Acara 28 Oktober, MacBook Pro Layar Sentuh Jadi Sorotan

20 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto

20 Oktober 2026 - 11:48 WITA

Mendorong BUMD Naik Kelas, IIRC Hadirkan BUMD Scale Up Summit 2026

20 Oktober 2026 - 11:24 WITA

Denyut Baru Jalur Selatan: Saat Kereta Api dan Geopark Dunia Mengubah Wajah Pariwisata Kebumen

20 Oktober 2026 - 10:46 WITA

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Analisis XAUUSD Berpotensi Turun ke US$4.066

20 Oktober 2026 - 10:14 WITA

Trending di Bisnis