PALOPO, SULUTNEWS.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Wara, memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Poros Bonglo, Kecamatan Bastem, Jumat (2/10/2026). Lokasi tersebut berbatasan dengan wilayah Kota Palopo.
Kapolsek Wara AKP Syarief Sikati memimpin langsung pemantauan bersama personelnya. Kegiatan itu menindaklanjuti Karhutla yang muncul pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kebakaran terjadi di kawasan pegunungan Jalan Poros Bonglo–Palopo. Karena itu, Polsek Wara langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait untuk memantau kondisi serta langkah penanganannya.
Selama pemantauan, personel mengecek kondisi sekitar lokasi. Selain itu, mereka menggali informasi terbaru terkait titik api dan proses pemadaman.
Setelah itu, Kapolsek bersama personel melaksanakan salat Jumat berjemaah di Masjid Nurul Haq, KM 8, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Palopo.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Syarief Sikati juga menyampaikan ceramah dan pesan Kamtibmas. Ia mengajak masyarakat menjaga keamanan lingkungan serta segera berkoordinasi melalui tiga pilar jika muncul persoalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Apabila terjadi sesuatu di lingkungan, kedepankan koordinasi melalui tiga pilar sehingga setiap persoalan dapat ditangani dengan baik,” ujar Syarief.
Selanjutnya, Kapolsek mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Terlebih, cuaca panas dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Mengingat kondisi cuaca saat ini cukup panas, kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan dan bersama-sama mengantisipasi terjadinya Karhutla. Kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas,” tambahnya.
Usai salat Jumat, Kapolsek kembali berkoordinasi dengan pemerintah setempat, BPBD Kota Palopo, serta instansi terkait. Sekitar 10 personel dan petugas terlibat dalam koordinasi tersebut.
Dari hasil koordinasi, tim memastikan kebakaran di kawasan pegunungan Jalan Poros Bonglo–Palopo belum sepenuhnya padam. Petugas menghadapi kendala karena medan menuju titik api cukup ekstrem dan sulit dijangkau.
Karena itu, tim Karhutla Kota Palopo mengandalkan jetskuter atau alat pemadam gendong untuk menjangkau titik api yang masih memungkinkan.
Sementara itu, kepolisian bersama instansi terkait terus memantau perkembangan di sekitar lokasi. Selain itu, koordinasi tetap berjalan untuk mengantisipasi perluasan kebakaran.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, BPBD, dan instansi terkait untuk memantau perkembangan Karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melapor apabila melihat adanya titik api,” tutup Syarief.
Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)








