Manado, Sulutnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara merilis perkembangan lima indikator strategis yang menggambarkan dinamika inflasi, pertanian, perdagangan luar negeri, pariwisata, dan transportasi sepanjang Agustus–September 2026. Tekanan harga meningkat tajam, sementara sektor eksternal dan pariwisata mencatat kinerja positif.
Inflasi September 3,53 Persen, Pangan Jadi Penyumbang Utama
Sulawesi Utara mengalami inflasi 3,53 persen pada September 2026 dibandingkan Agustus 2026. Inflasi tahun kalender (Januari–September 2026) tercatat 7,35 persen, sedangkan inflasi tahunan mencapai 7,59 persen.
Kenaikan harga cabai rawit, tomat, cabai merah, ikan selar/ikan tude, dan kangkung menjadi pendorong utama inflasi. Sebaliknya, penurunan harga angkutan udara, bawang putih, minyak goreng, sabun detergen bubuk, dan emas perhiasan menahan laju inflasi.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan kenaikan 9,85 persen.

NTP Naik 1,20 Persen, Hortikultura Jadi Motor Penggerak
Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada September 2026 tercatat 128,32, naik 1,20 persen dibanding Agustus 2026. Peningkatan terjadi pada subsektor hortikultura yang melonjak 25,24 persen, terutama didorong naiknya harga tomat dan cabai rawit. Sebaliknya, subsektor perikanan, perkebunan rakyat, peternakan, dan tanaman pangan mengalami penurunan.
Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menguat 6,64 persen menjadi 140,06, menunjukkan kemampuan usaha pertanian menutupi biaya produksi semakin baik dibanding bulan sebelumnya.
Ekspor Agustus Naik 44,93 Persen, Surplus US$96,50 Juta
Nilai ekspor Sulawesi Utara pada Agustus 2026 mencapai US$110,69 juta, naik 44,93 persen dibanding Agustus 2025. Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, nilai ekspor mencapai US$848,70 juta atau naik 7,34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lemak dan minyak hewani/nabati masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 72,32 persen terhadap total ekspor.
Sementara itu, nilai impor Agustus 2026 mencapai US$14,19 juta, meningkat 16,41 persen secara tahunan. Neraca perdagangan Sulawesi Utara pada Agustus 2026 mencatat surplus US$96,50 juta, sedangkan surplus kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai US$699,87 juta.
Wisman Didominasi Korea Selatan, TPK Hotel Meningkat
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara pada Agustus 2026 mencapai 11.795 kunjungan, meningkat baik secara bulanan maupun tahunan. Wisman didominasi wisatawan asal Korea Selatan sebanyak 5.683 kunjungan atau sekitar 48,18 persen dari total.
Perjalanan wisatawan nasional (wisnas) mencapai 948 perjalanan, meningkat secara tahunan namun menurun secara bulanan. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulawesi Utara mencapai 1,28 juta perjalanan.
Dari sisi akomodasi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang meningkat menjadi 49,08 persen, lebih tinggi dibanding Agustus 2025.
Mobilitas Udara Naik, Penumpang Laut Turun
Jumlah kunjungan kapal pada Agustus 2026 mencapai 984 unit, naik 12,59 persen dibanding Agustus 2025. Namun, jumlah penumpang laut menurun: penumpang berangkat turun 15,99 persen dan penumpang datang turun 14,26 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Berbeda dengan angkutan laut, mobilitas udara meningkat. Jumlah penumpang angkutan udara mencapai 162,13 ribu orang, naik 6,74 persen dibanding Agustus 2025.
Catatan Akhir
Secara umum, perkembangan indikator strategis Sulawesi Utara pada Agustus–September 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam. Tekanan harga meningkat, tercermin dari inflasi September yang cukup tinggi akibat kenaikan harga komoditas pangan. Pada saat yang sama, NTP dan NTUP menguat, terutama didukung kenaikan harga di subsektor hortikultura.
Dari sisi eksternal, kinerja perdagangan tetap positif dengan pertumbuhan ekspor dan surplus neraca perdagangan yang besar. Sektor pariwisata juga tumbuh melalui peningkatan kunjungan wisman dan TPK hotel berbintang. Sementara itu, mobilitas udara meningkat meskipun mobilitas penumpang laut menurun.(*)
Editor : Merson Simbolon






