Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 3 Sep 2026 10:23 WITA ·

Pelindo Multi Terminal Dorong Masyarakat Kelola Lingkungan secara Berkelanjutan


Pelindo Multi Terminal Dorong Masyarakat Kelola Lingkungan secara Berkelanjutan Perbesar

Aceh Besar, September 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang fokus mengelola terminal nonpetikemas, terus mendorong kolaborasi bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional Pelabuhan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada penataan lingkungan, pengembangan potensi masyarakat, dan penguatan kepedulian terhadap keberlanjutan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Lomba Hias Lingkungan yang melibatkan masyarakat di sejumlah kampung yang berada di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Malahayati, tepatnya di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar yaitu Jruek Bak Kreh, Mon Alue, Lambunot, dan Lingom. Masing-masing kampung mendapatkan dukungan untuk melakukan penataan lingkungan dengan mengusung tema “Pelestarian Lingkungan dan Pelabuhan.”

Program yang dimulai pada 5 Juni 2026 bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup tersebut kemudian dilanjutkan melalui proses penataan dan pengembangan lingkungan oleh masyarakat hingga tahap penjurian pada 15 Agustus 2026. Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain pengelolaan lingkungan, peningkatan pendidikan, pengembangan UMKM lokal, serta keterlibatan dan kreativitas masyarakat.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Malahayati, Agust Deritanto, mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat melihat lingkungan sebagai ruang bersama yang dapat dikembangkan sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada penataan lingkungan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi, menggali potensi, dan membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ketika masyarakat terlibat langsung, kami berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan yang terus berjalan,” ujar Agust.

Menariknya, masyarakat memanfaatkan berbagai material daur ulang sebagai bagian dari dekorasi lingkungan. Pemanfaatan barang yang sudah tidak terpakai tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi sederhana mengenai pengurangan sampah sekaligus mendorong kreativitas warga.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, proses penjurian melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi dan Rumah Kelola Sampah (RKS), komunitas binaan Pelindo Multi Terminal yang bergerak di bidang pengelolaan sampah. Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga membawa pesan mengenai integritas dan antikorupsi sebagai bagian dari upaya menumbuhkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penjurian, Kampung Mon Alue terpilih sebagai pemenang dan memperoleh bantuan pembinaan dari Pelindo Multi Terminal. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, antara lain pengembangan UMKM, penyediaan sarana dan perlengkapan pendidikan, serta kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan.

Warga Kampung Mon Alue, Maimun, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya mampu mendorong masyarakat untuk bekerja bersama sekaligus mengembangkan potensi lingkungan. “Kegiatan ini membuat masyarakat semakin kompak untuk membersihkan dan menata lingkungan. Kami juga belajar memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Bantuan pembinaan ini nantinya akan kami gunakan untuk mendukung UMKM, pendidikan, dan lingkungan di kampung kami,” ujar Maimun.

Bagi Pelindo Multi Terminal, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk tumbuh dan memberikan manfaat bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Upaya tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya melalui kinerja bisnis, tetapi juga melalui kontribusi sosial dan lingkungan. Melalui kolaborasi yang dibangun bersama masyarakat, Pelindo Multi Terminal berharap penataan lingkungan dapat berkembang menjadi inisiatif masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan positif antara perusahaan dan komunitas di sekitar wilayah operasional Pelabuhan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

VRICREW Berkolaborasi dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Program Persiapan Karier Mahasiswa

3 September 2026 - 12:32 WITA

Tingkatkan Minat Baca, KAI Logistik Salurkan 1.700 Buku melalui Program “Gerbong Literasi”

3 September 2026 - 12:22 WITA

Mulai Masuk Radar Pecinta Fragrance Tanah Air, SEMU Resmi Memperkenalkan Empat Parfum Pertamanya

3 September 2026 - 11:20 WITA

Perkuat Layanan TIC di Indonesia Timur, SUCOFINDO Makassar Kembangkan Layanan Laboratorium Mikrobiologi dan Kalibrasi

3 September 2026 - 11:00 WITA

RESSED UI Dorong Optimalisasi Cadangan dan Hilirisasi Tambang Terintegrasi

3 September 2026 - 10:03 WITA

Rekayasa Sejuk: Bagaimana JisuLife Ultra 2 Mendefinisikan Ulang Industri Pendingin Portabel Lewat Inovasi Tingkat Tinggi dan Desain Premium

3 September 2026 - 09:59 WITA

Trending di Bisnis