Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 1 Sep 2026 16:54 WITA ·

Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan


Sosialisasi Pertama MediaMIND 2026, Informasi Kontribusi Pertambangan Perlu Ditingkatkan Perbesar

JAKARTA – Informasi yang berimbang dan konstruktif mengenai industri pertambangan perlu terus diperkuat, seiring besarnya kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Suhasman mengatakan, masyarakat kerap merespons informasi tanpa memahami konteks secara utuh, sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak tepat.
“Saya kadang-kadang kalau ada informasi yang kebetulan saya tahu, lalu melihat bagaimana respons netizen terhadap berita itu, ternyata lebih dari 50% sepertinya kadang-kadang dipersepsikan tidak sesuai dengan yang dimaksudkan,” kata Suhasman dalam sosialisasi pertama MediaMIND 2026 di UNHAS oleh Vale Indonesia, di Makassar (31/8/2026).
Menurut dia, isu pertambangan sering dipersepsikan secara parsial, terutama karena kuatnya tarik-menarik antara kepentingan ekonomi dan lingkungan. Di sisi lain, perhatian publik cenderung lebih besar terhadap informasi negatif.
“Jarang itu kita tertarik membaca seberapa banyak sudah kebermanfaatan yang didapatkan dari aktivitas menambang misalnya dan berapa banyak luas yang ditambang dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari tambang,” ujarnya.
Padahal, kontribusi sektor pertambangan terhadap ekonomi nasional terus berkembang. Sektor ini mulai memasuki babak baru peta jalan industri pertambangan. Dengan cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, emas, dan timah, Indonesia terus memperkuat rantai pasok hingga industri manufakturnya secara terintegrasi.
Pengelolaan sumber daya mineral Indonesia tidak akan lagi bertumpu pada ekstraksi, tetapi perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui pengolahan dalam negeri. Pendekatan ini menjadi kunci agar manfaat yang dihasilkan lebih optimal dalam mendukung kedaulatan ekonomi nasional. 
Dalam konteks tersebut, MediaMIND 2026 menghadirkan enam subtema utama, yaitu Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi dan Industrialisasi, Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.
Kompetisi karya jurnalistik ini resmi dimulai pada 1 Agustus 2026. Karya yang dilombakan merupakan publikasi periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026, dengan batas pengumpulan untuk jurnalis pada 17 September 2026, serta kategori umum, akademisi, dan pengamat hingga 25 Oktober 2026.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama

1 September 2026 - 17:25 WITA

Dwi Andi Rohmatika (DA) Rampungkan Training Finance for Non Finance Manager, Perkuat Kapasitas 37 Profesional di PT Gawih Jaya dengan Sistem Terintegrasi AI

1 September 2026 - 17:03 WITA

Telkom AI Center Malang Dukung Pengembangan Skill Digital melalui Vibe Design with Canva AI

1 September 2026 - 16:59 WITA

NU Akui Bitcoin sebagai Aset, Babak Baru Kripto Indonesia?

1 September 2026 - 16:32 WITA

Punya Impian? Begini Cara Menjaganya agar Bisa Terwujud

1 September 2026 - 16:29 WITA

KAI Logistik Kelola 1,9 Juta Ton Barang pada Juli 2026, Angkutan Peti Kemas Tumbuh Tertinggi

1 September 2026 - 16:26 WITA

Trending di Bisnis