Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 29 Agu 2026 00:21 WITA ·

Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026


Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026 Perbesar

Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Di sebuah perhelatan pernikahan yang dibangun di sekitar gagasan The Love City, FALVAON by Luu Viet Anh membawa jenis perjalanan lain ke atas runway: sebuah perjalanan yang dibentuk oleh memori, narasi, dan referensi budaya Vietnam.

Ditampilkan sebagai bagian dari Bridal Fashion Show 2026, koleksi VÀNG ẢNH VÀNG ANH menghadirkan perspektif di mana fashion pengantin menjadi lebih dari sekadar respons terhadap sebuah kesempatan. Fashion menjadi cara untuk membawa sebuah cerita.

Di tengah program yang mempertemukan tujuh suara kreatif yang berbeda, koleksi Luu Viet Anh menonjol dengan mengajukan pertanyaan lain: bagaimana memori budaya dapat diterjemahkan ke dalam bahasa bridal kontemporer tanpa kehilangan akar emosional maupun relevansinya di masa kini?

KETIKA SEBUAH KOLEKSI BRIDAL DIMULAI DARI SEBUAH CERITA

Fashion dapat berawal dari sebuah siluet, material, atau gagasan teknis. Bagi FALVAON, storytelling menawarkan titik awal yang berbeda.

Pendekatan naratif inilah yang membentuk posisi koleksi tersebut di Vietnam Wedding Week 2026. Setiap busana tidak ditampilkan sekadar sebagai sebuah look yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari sebuah dunia emosional yang lebih luas, yang dibentuk oleh memori, referensi, dan interpretasi.

Perspektif ini memberikan lapisan makna lain pada fashion pengantin. Sebuah gaun dapat dipilih karena keindahan dan craftsmanship-nya, tetapi juga dapat terhubung dengan cerita yang ingin dikenang atau dibawa oleh pemakainya ke masa depan.

VÀNG ẢNH VÀNG ANH – DARI TAM CAM KE ATAS RUNWAY

VÀNG ẢNH VÀNG ANH mengambil inspirasi dari Tam Cam, salah satu cerita rakyat Vietnam yang paling dikenal. Alih-alih menceritakan kembali kisah tersebut secara harfiah, koleksi ini menjadikan dunia budaya dan emosional di baliknya sebagai sumber eksplorasi kreatif.

Berbagai referensi dan detail tradisional ditempatkan dalam dialog dengan siluet kontemporer serta konstruksi fashion modern. Masa lalu pun tidak sekadar ditempatkan sebagai sesuatu yang hanya bisa dipandang dari kejauhan. Ia kembali dimasuki, ditafsirkan ulang, dan diberi bentuk baru.

Bagi para penonton di runway, hasilnya menghadirkan sebuah hubungan antara memori budaya yang terasa akrab dengan bahasa fashion pengantin kontemporer yang terus berkembang.

MEMORI BUDAYA VIETNAM DALAM BAHASA FASHION KONTEMPORER

Penggunaan referensi budaya dapat dengan mudah berubah menjadi sekadar dekorasi apabila diterapkan tanpa hubungan yang lebih mendalam dengan desain. FALVAON mengambil jalur berbeda dengan membiarkan narasi dan memori budaya membentuk atmosfer kreatif koleksi secara lebih menyeluruh.

Elemen-elemen Vietnam tidak ditampilkan sekadar untuk menegaskan tradisi. Sebaliknya, semuanya menjadi bagian dari percakapan antara asal sebuah cerita dan kemungkinan arah yang dapat ditempuh fashion setelahnya.

Pendekatan ini terasa relevan khususnya dalam fashion pengantin, sebuah kategori yang selama ini sering didominasi oleh kode-kode global yang akrab: warna putih, romansa, dan seremoni.

Melalui koleksi ini, muncul gagasan bahwa seorang pengantin juga dapat melihat ke arah referensi lain ketika membentuk identitas pernikahannya sendiri.

TRADISI TANPA MENJADIKANNYA SEBUAH KOSTUM

Salah satu ketegangan menarik dalam VÀNG ẢNH VÀNG ANH terletak pada cara koleksi ini memperlakukan tradisi. Koleksi tersebut tidak meminta perempuan kontemporer untuk berpakaian seperti tokoh dari masa lalu.

Sebaliknya, memori budaya diperlakukan sebagai material yang dapat ditransformasikan. Sebuah detail dapat diubah. Sebuah referensi dapat diabstraksikan. Sebuah cerita yang telah dikenal dapat tetap terasa kehadirannya tanpa harus direproduksi secara harfiah.

Perbedaan inilah yang memungkinkan koleksi tersebut tetap terhubung dengan sumber-sumber budaya Vietnam, sambil berbicara dalam bahasa yang sepenuhnya berada di masa kini.

MENGAPA STORYTELLING PENTING BAGI PENGANTIN MODERN

Pengantin kontemporer kini semakin melihat lebih jauh daripada sekadar menemukan gaun yang indah. Pilihan tentang apa yang akan dikenakan juga dapat mencerminkan kepribadian, memori, nilai-nilai, dan jenis cerita yang ingin mereka hadirkan melalui pernikahan.

Dalam konteks tersebut, storytelling menjadi bentuk personalisasi lainnya. Sebuah busana dapat membawa referensi yang memiliki makna khusus bagi pemakainya, alih-alih sekadar mengikuti satu formula bridal yang berlaku secara universal.

Pendekatan naratif FALVAON pun membuka ruang bagi sosok pengantin yang melihat fashion bukan hanya sebagai penampilan, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi.

FALVAON MENEMUKAN TEMPATNYA DI THE LOVE CITY

Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 mempertemukan berbagai bagian dari perjalanan pernikahan dalam satu ruang bernama The Love City. Program fashion-nya mencerminkan keberagaman yang sama dengan memberi ruang bagi berbagai suara kreatif yang kontras.

Dalam lanskap tersebut, karya Luu Viet Anh menghadirkan sebuah perspektif yang berakar pada narasi dan memori budaya. Perspektif ini menjadi salah satu cara acara tersebut memperluas makna fashion pengantin kontemporer melampaui satu arah estetika.

Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners, Vietnam Wedding Week 2026 juga menghubungkan program kreatifnya dengan jaringan komunikasi dan industri yang lebih luas.

Di The Love City, setiap perjalanan dapat dimulai dari tempat yang berbeda. Bagi FALVAON by Luu Viet Anh, tempat itu adalah sebuah cerita – dan dari cerita tersebut, sebuah dunia bridal kontemporer mulai menemukan bentuknya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai

29 Agustus 2026 - 00:25 WITA

Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026

29 Agustus 2026 - 00:22 WITA

Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua

29 Agustus 2026 - 00:20 WITA

Empat Desainer, Empat Dunia Kreatif: Hari Pertama Vietnam Wedding Week 2026

29 Agustus 2026 - 00:18 WITA

Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

29 Agustus 2026 - 00:13 WITA

Bittime: Regulasi dan Inovasi Perlu Berjalan Seimbang untuk Perkuat Ekosistem Kripto

28 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Trending di Bisnis