Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 15 Agu 2026 11:07 WITA ·

P3Ai Batau Batu 1 Desa Ganjuh Bangun Siring Irigasi Diduga Air Yang Mengalirinya Tebat Yang Mengharapkan Air Hujan


oplus_0 Perbesar

oplus_0

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – pemerintah terus melakukan upaya untuk mensejahterakan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang di harapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan melaksanakan program P3Ai di beberapa desa di setiap kabupaten di seluruh indonesia.

Program P3Ai ini adalah program pemerintah yang di kucurkan melalui balai wilayah sumatera VII, yang mana masyarakat  pengguna air yang ada di setiap desa diwilayah tersebut sudah ada jaringan irigasi primer balai atau sekunder yang akan dikembangkan ke jaringan tersier. Yang mana pihak balai akan bekerjasama dengan kelompok P3Ai yang terbentuk di desa yang diketahui keanggotaannya berasal dari desa itu sendiri dan terdaftar sebagai petani pengguna air.

Program ini dibiayai dengan anggaran APBN dan di masukkan ke rekening setiap kelompok P3Ai yang sudah di sepakati dan disetujui unjuk pelaksana realisasi program P3Ai itu sendiri dengan melaksanakan pembangunan Siring pasang yang di kerjakan dengan pagu dana senilai Rp. 195.000.000 setiap kelompok penerima.

Akan tetapi hal yang aneh timbul dari P3Ai Batau Batu 1 yang ada di desa Ganjuh, yang mana kelompok ini sesuai pantauan awak media di lapangan lakukan pembangunan Siring irigasi yang mana sesuai pengakuan warga di lokasi bahwa sumber air Siring yang dibangun bersumber dari tebat yang ada di sekitar Siring yang airnya juga mengharapkan air hujan.

Salah satu warga yang turut bekerja di Siring tersebut saat di temui awak media di lokasi pengerjaan Siring menyatakan bahwa Siring tersebut di aliri oleh air yang datangnya dari tebat yang ada di sekitar Siring tersebut, beliau juga menjelaskan bahwa tebat tersebut saat ini memang kering karena harus menunggu air hujan turun.

Tidak hanya itu dirinya mengakui bahwa mereka mengerjakan Siring P3Ai Batau Batu 1 sebanyak tiga orang, mereka semuanya berasal dari desa yang lain bukan desa Ganjuh, disamping itu salah satu warga tersebut juga menjelaskan bahwa yang mengatur bangunan tersebut bukan ketua kelompok, akan tetapi dia mengakui bahwa kades Ganjuh Yayan sering juga datang kelokasi untuk memantau pekerjaan.

Terpisah kades Ganjuh Yayan saat dikonfirmasi oleh dua wartawan yang berbeda memberikan tanggapan yang berbeda beda, yang mana pada konfirmasi yang pertama beliau menyatakan bahwa kelompok yang mengerjakan Siring tersebut adalah kelompok P3Ai yang baru, sementara pada konfirmasi yang kedua oleh wartawan yang berbeda kepala desa Ganjuh menyatakan bahwa kelompok P3Ai yang mengerjakan masih kelompok yang lama, hal ini menimbulkan banyak keraguan atas keberadaan kelompok P3Ai Batau Batu 1 yang diduga di manfaatkan oleh oknum tertentu saja yang dinilai bekerjasama dengan pihak balai agar kelompok yang bersangkutan tetap lolos setiap tahunnya.

Oknum yang terlibat (baik pengurus P3A, oknum kepala desa, atau pihak yang memaksakan) dapat dijerat dengan pasal 2, pasal 3, atau pasal 12 huruf e UU no.31 tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sanksi hukumannya adalah pidana penjara (minimal 1 hingga 20 tahun) dan denda materil.

Terpisah salah satu penggiat yang turut memantau kinerja kelompok P3Ai Batau Batu 1 desa Ganjuh Feriansyah menyatakan, dengan adanya pengakuan warga di lokasi pekerjaan kelompok ini jelas tidak ada keterlibatannya dengan warga Ganjuh, disamping itu juga Siring irigasi yang mereka bangun sangat jauh dari juknis yang ada yakni meneruskan aliran air irigasi primer atau sekunder yang sudah ada yang menjadi  jaringan irigasi dalam pengawasan pihak balai. Hal itu jelas terlihat dilokasi bahwa Siring irigasi primer atau sekunder balai tidak ada, ditambah dengan pengakuan salah satu warga bahwa Siring tersebut mengharapkan air dari tebat yang mana tebat juga masih mengharapkan hujan, bukan mengharapkan sumber air yang jelas.

Lebih lanjut Feriansyah menyatakan bahwa kepala desa Ganjuh Yayan dalam hal ini kita menduga adanya kongkalekong dengan pengelola, sebab bisa bisanya kelompok yang terbentuk di desanya seluruhnya dikuasai dan di kelola oleh warga lain. “Bagaimana bisa pengurus seluruhnya dari warga desa lain, diduga anggota hanya formalitas, sebab yang mengerjakan pembangunan Siring juga seluruhnya dari warga desa diluar desa Ganjuh, yang ada sesuai pengakuan warga di lokasi pengerjaan  kepala desa Ganjuh sering juga hadir di lokasi sebagai pengontrol”. Maka sesuai mekanisme yang ada jelas diduga kepala desa Ganjuh sudah menyalah gunakan jabatannya demi kepentingan pribadinya tanpa berpikir untuk melibatkan warganya sendiri pada setiap pergerakan kelompok yang mengatasnamakan kelompok desanya desa Ganjuh.

Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan ketua kelompok Batau Batu 1 desa Ganjuh belum mendapatkan tanggapan, demikian juga dengan kepala desa yang bersangkutan, media ini masih membuka peluang lebar lebar apabila pihak pihak yang di sebut dalam pemberitaan ingin memberikan hak klarifikasinya untuk tersajinya pemberitaan yang berimbang. (JN)

 

Artikel ini telah dibaca 81 kali

Baca Lainnya

Di Usia 81 Tahun Republik Indonesia Dodi Martian S.Hut MM Mengajak Seluruh Elemen Memerankan Hal Hal Positif

14 Agustus 2026 - 21:03 WITA

P3Ai Desa PenindaianDiduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

14 Agustus 2026 - 00:11 WITA

P3Ai Desa Ganjuh  Diduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

13 Agustus 2026 - 23:52 WITA

Peduli Kesehatan Warganya Pemerintah Desa Kemang Manis Kecamatan Pino Raya Fasilitasi Posyandu Secara Rutin

13 Agustus 2026 - 23:34 WITA

P3Ai Desa Tanjung Beringin  Diduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

13 Agustus 2026 - 23:07 WITA

Dinilai Ketua Cari Keuntungan Kinerja P3Ai Desa Penindaian Kecamatan Kedurang Ilir Diduga Tidak Sesuai Prosedur

12 Agustus 2026 - 19:02 WITA

Trending di Bengkulu Selatan