Sitaro.sulutnews.com – Tumpukan sampah yang diduga dibuang sembarangan di kawasan Pasar Ikan Ulu Siau Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) hingga mencemari perairan sekitar menuai sorotan. Selain mengganggu kebersihan lingkungan, kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam citra pariwisata bahari Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang selama ini dikenal memiliki keindahan bawah laut.
Pantauan di kawasan Pasar Ikan Ulu Siau memperlihatkan tumpukan sampah yang berserakan di anak tangga area pasar. Selain mengganggu estetika kawasan, sampah yang tidak segera ditangani dikhawatirkan terbawa ke laut saat hujan atau pasang, sehingga berpotensi mencemari ekosistem pesisir dan mengurangi daya tarik wisata bahari di Sitaro. Di sisi lain, aktivitas jual beli dan kunjungan masyarakat maupun wisatawan masih tetap berlangsung di kawasan tersebut.
Pemandu wisata, Dominic, mengatakan manfaat pariwisata sesungguhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pelaku usaha wisata. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Sudah saatnya masyarakat Sitaro sadar bahwa pariwisata bukan hanya berdampak kepada segelintir orang, tetapi semua masyarakat akan merasakan manfaatnya melalui uang yang dibelanjakan wisatawan, baik di pasar, toko, rumah makan maupun usaha lainnya. Karena itu saya berharap kita semua dapat bekerja sama menjaga keindahan alam yang ada di Sitaro,” ujarnya pada Rabu, 29/07/2026.
Senada dengan itu, wisatawan mancanegara, Asha, menilai persoalan sampah plastik memerlukan langkah yang lebih sistematis melalui regulasi.
Dia mencontohkan kebijakan di negaranya, di mana kantong plastik dan botol plastik dikenakan biaya, sementara masyarakat yang mengembalikan kemasan bekas kepada toko atau supermarket akan menerima uang kembali melalui sistem deposit.
Menurutnya, kebijakan seperti itu mampu mengurangi sampah plastik karena masyarakat memiliki insentif untuk tidak membuang kemasan secara sembarangan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sitaro,
Masri M. Kasehung, menyatakan akan mengoptimalkan kinerja petugas kebersihan, termasuk menjalin komunikasi dengan komunitas penyelam untuk membantu mengurangi sampah di bawah laut.
“Kami akan memaksimalkan petugas kebersihan. Untuk sampah di laut, kami juga berupaya berkomunikasi dengan komunitas penyelam Sitaro agar dapat meminimalisir sampah di bawah laut. Kami juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut maupun ke kali kering, karena ketika hujan sampah tersebut akan terbawa hingga ke laut. Semua ini membutuhkan kesadaran masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Kasehung juga mengakui pengangkutan sampah belum berjalan maksimal akibat kelangkaan BBM jenis solar. Menurutnya, distribusi solar mengalami keterlambatan karena kapal pengangkut masih berada di wilayah Talaud akibat kondisi cuaca.
.





