Sitaro.sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) akhirnya mengoperasikan KMP Lohoraung secara extra line dengan rute Pelabuhan Pehe–Makalehi–Pehe pada Senin, 27/07/2026. Kapal dijadwalkan bertolak pukul 12.00 Wita untuk mengangkut bantuan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan logistik masyarakat Pulau Makalehi yang selama beberapa hari terakhir mengalami kelangkaan bahan pokok.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas kondisi darurat yang dialami warga Makalehi setelah distribusi logistik terhenti akibat belum beroperasinya KMP Lohoraung secara reguler. Selama tiga hari terakhir, stok beras di pulau tersebut dilaporkan habis, sementara persediaan gula, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya terus menipis.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sitaro, Budiarto Mukau, menjelaskan, pengiriman logistik ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang melibatkan Dinas Pangan dan Pertanian, Bulog, serta Dinas Perhubungan.
“Hari ini kami berhasil menyalurkan 400 sak beras SPHP ukuran 5 kilogram dan 480 liter Minyakita yang berasal dari Bulog. Selain itu, bahan makanan dan kebutuhan pokok yang telah dibeli para pedagang di Makalehi juga turut diangkut menggunakan KMP Lohoraung,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sitaro, Audy Sembel, memastikan KMP Lohoraung akan diberangkatkan sesuai jadwal.
“KMP Lohoraung akan berangkat pukul 12.00 Wita dari Pelabuhan Pehe menuju Makalehi dan kembali ke Pehe dalam pelayaran extra line,” kata Audy.
Pengoperasian kapal ini disambut baik masyarakat karena menjadi jawaban atas keresahan yang mereka rasakan dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, warga mengaku terpaksa mengandalkan hasil kebun seperti ubi, pisang, dan tanaman pangan lainnya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari akibat habisnya stok beras.
Warga Makalehi, Etnalin Kansil, sebelumnya berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar distribusi logistik kembali normal.
“Harapan kami kapal Lohoraung bisa segera beroperasi kembali karena masyarakat sangat membutuhkannya. Kami juga berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi warga Makalehi, apalagi saat cuaca seperti sekarang tidak bersahabat,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, masyarakat sebelumnya masih terbantu dengan penyaluran beras SPHP dari Bulog yang dijual dengan harga terjangkau. Namun, pasokan tersebut sempat terhenti sehingga warga semakin kesulitan memperoleh beras.
Keluhan serupa disampaikan Jeini Tamudia yang mengaku khawatir dengan kondisi keluarganya di Makalehi. Menurutnya, selama sekitar tiga hari terakhir persediaan beras di pulau tersebut benar-benar habis, sementara cuaca laut yang kurang bersahabat membuat masyarakat enggan menggunakan perahu taksi menuju Pulau Siau karena mempertimbangkan faktor keselamatan.
Dengan diberangkatkannya KMP Lohoraung secara extra line hari ini, pemerintah daerah berharap distribusi beras SPHP, Minyakita, serta kebutuhan pokok lainnya dapat segera memenuhi kebutuhan masyarakat Makalehi, sekaligus mengurangi dampak kelangkaan pangan yang terjadi akibat terputusnya jalur distribusi dalam beberapa hari terakhir.





