Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 17 Jul 2026 11:12 WITA ·

Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime: Futures Jadi Alternatif Strategi


Pasar Kripto Bergerak Sideways, Bittime: Futures Jadi Alternatif Strategi Perbesar

Bittime resmi meluncurkan Bittime Futures sebagai alternatif strategi trading di tengah pasar kripto yang masih bergerak sideways. Layanan ini menawarkan fitur trading yang lebih fleksibel dengan tetap mengedepankan edukasi, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.

Pergerakan pasar kripto yang masih cenderung sideways dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun begitu, pasar kripto masih tetap membuka peluang bagi trader dan investor. Di tengah kondisi tersebut, Bittime menilai instrumen futures dapat menjadi salah satu alternatif strategi untuk menghadapi berbagai arah pergerakan pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap per 15 Juli 2026, harga Bitcoin menguat 3,39% dalam 24 jam terakhir dan naik 2,75% dalam sepekan. Namun, dalam satu bulan terakhir Bitcoin masih bergerak di kisaran US$59.000 hingga US$66.000, mencerminkan kondisi pasar yang relatif stagnan.

Sentimen Global Masih Membayangi Pasar

Crypto Influencer Kimiko Lie mengatakan pasar kripto pada semester II 2026 masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut tetap membuka peluang bagi trader yang mampu menerapkan strategi sesuai kondisi pasar.

“Selama ini banyak trader Indonesia memilih platform luar negeri karena akses terhadap produk derivatif sudah lebih dulu tersedia. Dengan semakin berkembangnya regulasi di Indonesia dan hadirnya futures dalam ekosistem yang diawasi regulator, saya melihat semakin banyak trader yang akan mempertimbangkan menggunakan platform dalam negeri,” ujar Kimiko.

Ia juga menilai semakin jelasnya regulasi, bertambahnya pilihan produk, dan meningkatnya literasi investor akan menjadi pendorong pertumbuhan perdagangan derivatif aset keuangan digital di Indonesia. Selain itu, sebagian trader dari instrumen lain, termasuk pasar saham domestik, mulai melirik aset kripto sebagai alternatif di tengah kondisi pasar yang sama-sama bergerak terbatas.

Futures Jadi Alternatif Strategi di Tengah Pasar Sideways 

Menjawab kebutuhan tersebut, Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan layanan Bittime Futures pada 15 Juli 2026. 

Peluncuran ini dilakukan setelah Bittime memperoleh izin dari PT Central Finansial X (CFX). Izin ini menjadikan Bittime sebagai PAKD pertama yang memperoleh lisensi Futures dari CFX pada era pengawasan dan pengaturan kripto di bawah OJK.

Kehadiran Bittime Futures melengkapi ekosistem investasi Bittime yang kini mencakup Spot, Staking, dan Futures, sehingga menghadirkan lebih banyak cara berinvestasi bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai pilihan strategi investasi aset kripto dalam satu platform.

Direktur PT Central Finansial X (CFX), Lukas Lauw, mengatakan instrumen derivatif merupakan bagian penting dalam pendalaman pasar karena memberikan pilihan strategi investasi sekaligus manajemen risiko yang lebih komprehensif bagi konsumen.

“Instrumen derivatif merupakan bagian penting untuk pendalaman pasar, karena memberikan opsi manajemen risiko dan strategi investasi yang lebih komprehensif bagi konsumen. Kami menyambut baik langkah inovatif dari anggota bursa dan berharap peluncuran layanan derivatif oleh Bittime ini dapat meningkatkan adopsi derivatif secara domestik, tentunya dengan tetap menjadikan tata kelola, integritas pasar, dan pelindungan konsumen sebagai prioritas utama,” kata Lukas.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan setiap fase pasar menghadirkan peluang yang berbeda sehingga trader membutuhkan strategi yang lebih fleksibel.

“Melalui Bittime Futures, kami ingin memberikan alternatif bagi trader Indonesia untuk menerapkan strategi yang lebih fleksibel, dengan tetap mengedepankan edukasi, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi,” ujar Ryan.

Bittime Futures menawarkan empat fleksibilitas utama, yaitu Flexible Trading Pairs, Flexible Trade Direction, Flexible Leverage, dan Flexible Margin Mode.  Pada tahap awal, pengguna dapat memperdagangkan 49 pasangan aset kripto dengan leverage hingga 25x, memilih Cross Margin atau Isolated Margin, serta diwajibkan mengikuti knowledge test sebelum mengakses fitur futures sebagai bagian dari komitmen Bittime terhadap edukasi dan pelindungan konsumen.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Elnusa Petrofin Perkuat Keunggulan Operasional dan HSSE dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional

17 Juli 2026 - 13:29 WITA

International Undergraduate Program yang Buka Peluang Karier Global

17 Juli 2026 - 12:00 WITA

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Bergerak Volatil, Dupoin Futures Soroti Data Michigan AS

17 Juli 2026 - 11:49 WITA

Mengantisipasi Likuiditas Akhir Pekan: Cara Bijak Mengelola Posisi Sebelum Pasar Libur

17 Juli 2026 - 10:42 WITA

BRI Finance Catat Pertumbuhan Laba 174% pada Semester I 2026

17 Juli 2026 - 10:29 WITA

Penuhi Beragam Kebutuhan Tanpa Khawatir Offside, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana

17 Juli 2026 - 10:28 WITA

Trending di Bisnis