Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 16 Jul 2026 11:05 WITA ·

Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan


Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan Perbesar

Jepara – Di tengah kondisi ekonomi yang masih diwarnai tantangan daya beli dan meningkatnya kebutuhan hidup, semakin banyak masyarakat mulai mencari sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Fenomena yang dikenal sebagai side hustle ini tidak lagi hanya dilakukan oleh pekerja lepas, tetapi juga karyawan, ibu rumah tangga, hingga lulusan baru yang ingin memiliki pemasukan lebih dari satu sumber.

Beragam pilihan usaha mulai diminati, mulai dari bisnis berbasis digital hingga sektor kuliner yang dinilai memiliki pasar luas karena produknya merupakan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, model kemitraan juga semakin banyak dipertimbangkan karena menawarkan sistem usaha yang telah dipersiapkan sehingga calon pelaku usaha tidak perlu membangun semuanya dari nol.

Melihat tren tersebut, You Need Mie menghadirkan program kemitraan kuliner yang dirancang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan sistem yang lebih praktis. Melalui konsep tersebut, mitra memperoleh perlengkapan usaha, bahan baku awal, pelatihan, hingga pendampingan operasional untuk membantu proses memulai bisnis.

Menurut pihak manajemen, perubahan kondisi ekonomi membuat banyak calon pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya mempertimbangkan besarnya modal, tetapi juga kesiapan sistem usaha yang akan dijalankan.

“Kami melihat banyak calon mitra sebenarnya memiliki keinginan untuk berwirausaha. Namun, mereka sering kali bingung harus memulai dari mana. Karena itu kami berupaya menghadirkan sistem yang dapat membantu mereka lebih siap ketika mulai menjalankan usaha,” ujar Budi Prihanto, manager marketing dan sales You Need Mie.

Selain menyediakan sistem operasional, You Need Mie menerapkan skema kemitraan tanpa pembagian hasil penjualan. Dengan konsep tersebut, seluruh hasil penjualan menjadi milik mitra, sementara perusahaan berfokus pada penyediaan sistem, branding, pelatihan, dan pendampingan.

Melalui program kemitraannya, You Need Mie berharap dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha kuliner dengan dukungan sistem yang telah dipersiapkan, sehingga mitra dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gandeng Maia Estianty, PT Etos Kreatif Indonesia dan Yayasan Amal Bunda Berdayakan 250 Perempuan UMKM

16 Juli 2026 - 11:47 WITA

Sales Call Tidak Diangkat? Cek 3 Hal Ini Sebelum Tambah Target Call

16 Juli 2026 - 11:41 WITA

Percepat Upgrade Bangunan dan Pasukan melalui Top Up Clash of Clans

16 Juli 2026 - 11:00 WITA

Memulihkan Akun Setelah ‘Lose Streak’: Langkah Taktis Mengembalikan Kepercayaan Diri dalam Trading

16 Juli 2026 - 10:45 WITA

Kesepian Jadi Ancaman Kesehatan Global, Tapi Banyak Orang Tak Menyadarinya

16 Juli 2026 - 10:44 WITA

Harga Emas Hari Ini Diprediksi Masih Melemah, Dupoin Futures Soroti Level 3.938

16 Juli 2026 - 10:25 WITA

Trending di Bisnis