Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 8 Jul 2026 12:38 WITA ·

Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus


Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus Perbesar

Gerakan edukasi kesehatan usus BioMom kini sampai ke Kota Kupang, Nusa
Tenggara Timur. Program bertajuk ‘Sehat Dimulai dari Usus: Usus Sehat,
Keluarga Sehat, Kupang Sehat’ pada 6-10 Juli 2026 ini dimulai dari Aula
Universitas Muhammadiyah Kupang, dilanjutkan ke posyandu dan puskemas
dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas
masyarakat.

Program itu dipimpin langsung oleh Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma,
seorang siswa kelas XI Tzu Chi School PIK yang melahirkan inisiatif
BioMom, yakni gerakan edukasi kesehatan pencernaan berbasis komunitas.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga
kesehatan pencernaan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan
berkelanjutan. Swiluva mengatakan, kesehatan usus masih kerap dipandang
sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di
rumah dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan keluarga. 

Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran tentang pentingnya menjaga
kesehatan pencernaan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan
berkelanjutan. Swiluva mengatakan, kesehatan usus masih kerap dipandang
sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di
rumah dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan keluarga. 

“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ayah dan ibu bisa produktif,
anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik. Kesadaran itu yang ingin
kami bangun melalui BioMom,” ujar Swiluva.

Melalui pelatihan Biomom, peserta diperkenalkan pada pembuatan water
kefir, minuman probiotik hasil fermentasi yang dapat membantu menjaga
kesehatan pencernaan.

Selain praktik, peserta juga memperoleh pemahaman
mengenai pentingnya bakteri baik, kebersihan selama proses fermentasi,
serta pola hidup yang mendukung kesehatan usus.

Pendekatan yang digunakan BioMom menitikberatkan pada penyederhanaan
ilmu pengetahuan agar mudah dipahami. Edukasi yang diberikan juga
memanfaatkan berbagai konten digital yang telah menjangkau jutaan
penonton di media sosial.

Menurut Swiluva, gerakan BioMom tidak semata soal kesehatan. Ia mengaku
melihat peluang pemberdayaan ekonomi melalui produksi minuman probiotik
skala rumah tangga.

“Visi kami sederhana, yakni menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai
kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki
peluang untuk mandiri secara ekonomi,” kata Swiluva.

Hal senada disampaikan Wali Kota Kupang, Christian Widodo yang sepakat
bahwa kesehatan masyarakat harus dimulai dari rumah. Ia optimistis,
keluarga yang sehat dapat melahirkan kota yang kuat.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan kesehatan kaum
ibu, termasuk dalam melengkapi menu makanan yang sehat bagi keluarga.

“Rumah yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat, keluarga kuat
membangun kota yang kuat sehingga pembangunan bukan saja infrastruktur
tapi keluarga yang berkualitas,” ujar Christian.

Kupang menjadi kota penyelenggaraan ketiga, setelah debut di Jakarta dan
Serang, Banten. Di Serang, BioMom bekerja sama dengan Pemerintah Kota
(Pemkot) Serang melalui program ‘Probiotic City: Healthy Gut, Healthy
City’, yang menyasar ribuan ibu rumah tangga sebagai agen edukasi
kesehatan di lingkungan masing-masing.

Sementara, pelaksanaan di Kupang melibatkan berbagai unsur, mulai dari
Pemkot, Dinas Kesehatan, hingga tokoh masyarakat dan komunitas warga.
Kehadiran para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat
kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat tentang kesehatan
pencernaan 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sudah siap belum? Tagihan RS tembus ratusan juta, kita bisa apa?

8 Juli 2026 - 13:20 WITA

PM Modi dan Prabowo Rayakan Persahabatan Indonesia-India Bersama Diaspora India

8 Juli 2026 - 12:26 WITA

Mengurai Kemacetan Akhir Pekan: Mengapa Rancamaya Menjadi Alternatif Rasional Puncak bagi Warga Jabodetabek

8 Juli 2026 - 11:41 WITA

SOME BY MI Meluncurkan ‘Cica Anti Hair Loss Hair Serum,’ Lengkapi Lini Perawatan Kulit Kepala Fungsional

8 Juli 2026 - 11:04 WITA

Kasus Proyek AMI, CYEA Ingatkan Penilaian Publik Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Opini

8 Juli 2026 - 10:45 WITA

Promo Bunga 0% BRI Finance Hadir di Sumatera Barat, Dukung Kemudahan Memiliki Kendaraan

8 Juli 2026 - 10:27 WITA

Trending di Bisnis