Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 1 Jul 2026 16:15 WITA ·

MoraRepublic dan HMN Tech Bangun Jalur Arteri Digital yang Menghubungkan Indonesia dan Singapura


MoraRepublic dan HMN Tech Bangun Jalur Arteri Digital yang Menghubungkan Indonesia dan Singapura Perbesar

MoraRepublic dan HMN Tech berhasil menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk proyek kabel bawah laut MIC-3, menandai langkah penting dalam memperkuat konektivitas digital berkapasitas tinggi antara Indonesia dan Singapura.

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) bersama HMN Technologies Co., Limited (HMN Tech) berhasil menyelesaikan Factory Acceptance Testing (FAT) untuk perangkat wet plant pada proyek Moratelindo International Cable System-3 (MIC-3). Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem kabel bawah laut yang akan menghubungkan Indonesia dan Singapura melalui infrastruktur berkapasitas tinggi.

Proyek MIC-3 menghubungkan Singapura dengan Pulau Batam, Indonesia, melalui pemasangan dua 32FP branching unit di sepanjang jalur kabel bawah laut. Ke depan, MoraRepublic juga berencana memperluas konektivitas ke berbagai destinasi potensial melalui dua reserved branching unit yang telah disiapkan, termasuk menuju Jakarta. Sistem ini akan menghadirkan komunikasi berkecepatan tinggi antara Singapura sebagai salah satu gerbang digital internasional dan Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia.

Selain memperkuat konektivitas kedua negara, MIC-3 juga akan mendorong interkoneksi infrastruktur digital di koridor Singapura–Johor–Batam, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, serta mendukung perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan pusat data di kawasan Asia Tenggara.

Sistem MIC-3 dirancang dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan masa depan melalui penggunaan dua 32FP branching unit terbaru dari HMN Tech yang dilengkapi dengan teknologi 16FP optical switch terdepan di industri. Teknologi ini menghadirkan kemampuan optical switching berperforma tinggi yang memungkinkan proyek MIC-3 mendukung akses yang lebih fleksibel bagi dua sistem 16FP di masa mendatang, sekaligus menyediakan skalabilitas yang memadai untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan jaringan.

Selain itu, teknologi optical switch tersebut memungkinkan proses pengalihan layanan komunikasi secara presisi dan fleksibel antara jalur utama (trunk) dan jalur percabangan (branch). Kemampuan ini memungkinkan sistem beradaptasi secara dinamis terhadap peningkatan kebutuhan bandwidth seiring berkembangnya ekonomi digital, sekaligus memberikan nilai strategis jangka panjang bagi pertumbuhan ekosistem digital regional.

Sebagai salah satu jalur strategis yang menghubungkan pusat-pusat digital di Asia Tenggara, proyek MIC-3 menggunakan kabel bawah laut repeatered 32FP milik HMN Tech yang menawarkan kapasitas sangat tinggi (ultra-high capacity) serta latensi yang sangat rendah (ultra-low latency). Infrastruktur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan bandwidth yang terus meningkat di kawasan sekaligus menjadi fondasi jaringan yang kokoh bagi perkembangan industri digital regional.

Setelah mulai beroperasi secara komersial, sistem MIC-3 akan terintegrasi dengan jaringan domestik maupun internasional yang telah dimiliki MoraRepublic. Sinergi tersebut diharapkan dapat semakin mempercepat kolaborasi digital antarnegara di Asia Tenggara.

Michael C. McPhail, Chief Technology Officer MoraRepublic, mengatakan bahwa proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan salah satu inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat interkoneksi digital di kawasan.

“Proyek kabel bawah laut MIC-3 merupakan inisiatif strategis utama dalam memperkuat interkoneksi digital regional. Proyek ini menghadirkan gerbang konektivitas berkapasitas tinggi yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, sekaligus memungkinkan perluasan cakupan jaringan berkapasitas besar di masa depan melalui fleksibilitas branching yang telah disiapkan. Kehadiran MIC-3 akan memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan,” ujar Michael.

Executive Vice President HMN Tech, Ma Yanfeng, mengatakan bahwa HMN Tech bangga dapat mendukung MoraRepublic dalam membangun jaringan backbone kabel bawah laut berkecepatan tinggi.

“Seiring dengan berkembangnya teknologi AI di tingkat global, kebutuhan akan konektivitas internasional terus bergerak menuju kapasitas yang lebih besar, fleksibilitas yang lebih tinggi, serta ketahanan jaringan yang semakin kuat. Ke depan, HMN Tech akan terus mendukung konektivitas digital global melalui teknologi inti yang dirancang untuk era kecerdasan buatan,” kata Ma Yanfeng.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bank Raya Ajak Mahasiswa dan UMKM Tingkatkan Produktivitas Melalui Bank Digital

1 Juli 2026 - 17:36 WITA

Minat Investor Indonesia terhadap Aset AI Global Meningkat, Bittime Luncurkan Fitur Earn pada Tokenized US Stocks

1 Juli 2026 - 17:28 WITA

SawitPRO Hadirkan Pilihan Pupuk Sawit Lengkap untuk Kebutuhan Petani dan Perkebunan

1 Juli 2026 - 16:47 WITA

Perluas Akses Investasi Aset Global Lewat Momentum Olahraga dan Gaya Hidup, Bittime Dukung Ancol Championship 2026

1 Juli 2026 - 16:09 WITA

BRI BO Otista dan BRIMedika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Program CX 100 untuk Nasabah Pensiunan

1 Juli 2026 - 14:49 WITA

Melayani Sepenuh Hati, Security BRI BO Otista Hadirkan Kenyamanan bagi Nasabah Pensiunan

1 Juli 2026 - 14:38 WITA

Trending di Bisnis