Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 1 Jul 2026 09:54 WITA ·

BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026


BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026 Perbesar

Jakarta, 30 Juni 2026 – Industri pembiayaan nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh 2,08% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp514,65 triliun per April 2026. Namun, di sisi lain, kualitas pembiayaan industri menghadapi tekanan yang tercermin dari meningkatnya rasio Non-Performing Financing (NPF) gross menjadi 2,89%, lebih tinggi dibandingkan 2,43% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah dinamika tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) berhasil mempertahankan kualitas portofolio pembiayaannya melalui penerapan manajemen risiko yang disiplin. Hingga Mei 2026, perusahaan mencatatkan penurunan beban pencadangan sebesar 4,01% secara tahunan, mencerminkan kualitas aset yang tetap terjaga.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Penurunan beban pencadangan hingga Mei 2026 mencerminkan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil dari penerapan manajemen risiko yang konsisten serta monitoring kualitas aset secara berkelanjutan di seluruh lini bisnis.”

Kualitas aset yang terjaga membuat kebutuhan pembentukan pencadangan tetap sejalan dengan profil risiko portofolio perusahaan. BRI Finance akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan agar kinerja perusahaan tetap berkelanjutan. Hingga Mei 2026, BRI Finance membukukan pertumbuhan laba sebesar 87,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba didukung oleh pertumbuhan bisnis yang sehat, efisiensi operasional, serta membaiknya kualitas aset yang tercermin dari penurunan beban pencadangan.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan harus dibangun di atas kualitas pembiayaan yang baik. Oleh karena itu, BRI Finance akan terus memperkuat pengelolaan risiko dan menjaga kualitas aset sebagai fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat,” tambah Dhani.

Ke depan, BRI Finance optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip prudent financing, memperkuat kualitas portofolio, serta menghadirkan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perseroan juga akan terus beradaptasi terhadap dinamika ekonomi dan perkembangan industri guna menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Holding Perkebunan Nusantara Tegaskan Komitmen Net Zero Emission Lewat Pemanfaatan Limbah PKS Sei Tapung

1 Juli 2026 - 11:05 WITA

Business Engineering: Jurusan Hybrid Paling Dicari

1 Juli 2026 - 10:30 WITA

Dampingi Menteri PKP Bertemu dengan Para Gubernur Daerah, BP Tapera Siap Support Program Hunian Melalui FLPP

1 Juli 2026 - 10:27 WITA

BRI Finance Pertahankan Momentum Pertumbuhan Bisnis di Tengah Volatilitas Rupiah

1 Juli 2026 - 10:04 WITA

BRI Finance Perkuat Pembiayaan Alat Berat, Tumbuh 33,26% Melalui Ekspansi yang Selektif

1 Juli 2026 - 10:02 WITA

Siapkan Dana Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Fleksibel

1 Juli 2026 - 09:52 WITA

Trending di Bisnis