Manado,Sulutnews.com – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Universutas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Prof Soemitro Djojohadikusumo Unsrat, Kamis (11/6) siang.
Adapun kuliah umum tersebut mengambil judul: Dinamika Pembinaan Generasi Muda Indonesia Di tengah pesatnya Perkembangan Geopolitik Dunia, yang kemudian menjadi liputan live striming khusus berbagai media daring dan televisi di Manado.
Mayjen TNI Rano Tilaar mengulas salah satu tentang komitmen negara dalam menjaga kedaulatan dari ancaman lintas batas. Contohnya wilayah Profinsi Sulawesi Utara memiliki kerentanan terhadap isu lintas batas seperti kerusuhan, terorisme, penyelundupan senjata, dan perdagangan manusia.
“Satu hal lagi, Profinsi Sulawesi Utara berada pada bibir pasifik yang berbatasan langsung dengan wilayah Filipina Selatan (Mindanao), inilah alasan pentingnya bagi pemuda dan mahasiswa Unsrat, mengapa perlu memahami wawasan geopolitik,” ujarnya.

Disebutkan Mayjen TNI Rano Tilaar bahwa pihak TNI menyingkapi kerawanan di lintas batas ini dengan memberi berkontribusi pada pertahanan dan keamanan wilayah, menjaga stabilitas ekonomi dan memberi penguatan Pancasila sebagai nilai luhur bangsa kita. TNI di pusat saat ini pun telah merekrut personel secara besar-besaran, salah satunya untuk menjawab tantangan geopolitik lintas batas.
“Hal yang kedua adalah TNI melakukan aksi membuat food estate, menyediakan logistik seperti pada Program MBG, mencegah terjadinya stanting dan lain sebagainya,” tambah dia.
Pada kuliah umum ini, ada 800 lebih mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai teori geopolitik dunia, Cina dan Indonesia secara luas. Begitu sebaliknya diharapkan ke depannya peran pemuda dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat karakter kebangsaan perlu terus dilakukan, yaitu dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Kegiatan tersebut menarik banyak perhatian mahasiswa karena diadakan atas kerja sama antara Rektor Kampus Unsrat Manado Prof.Dr.Ir.Oktovian B.A. Sompie dengan Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) pimpinan Philip Pantouw. Bersedianya salah satu putra terbaik Sulut ini datang di Unsrat atas permohonan pihak rektorat yang disampaikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) dengan tembusan Gubernur Akademi Militer.
Kepada media panitia penyelenggara Dekan Fakultas Ekonomi Unsrat Dr Victor Paskah Kalawat Lengkong menjelaskan, kegiatan ini merupakan sinergitas dunia akademik, organisasi kemasyarakatan, dan institusi pertahanan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing di tingkat global.
“Mahasiswa Unsrat memang diharapkan memahami geopolitik. Alasannya seperti dijelaskan pada kuliah umum tadi, wilayah Sulawesi berada di lintas batas negara Filipina,” ujarnya. (yuk/tonny).






