Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 11 Jun 2026 14:04 WITA ·

Minat Mobil Bekas Meningkat, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 169 Persen


Minat Mobil Bekas Meningkat, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 169 Persen Perbesar

Jakarta, 10 Juni 2026 – Di tengah kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi yang tetap tinggi, mobil bekas semakin menjadi pilihan yang diminati karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dan fleksibel. Tren tersebut turut mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bekas di Indonesia, termasuk di PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”).

Hingga Februari 2026, BRI Finance mencatat penyaluran pembiayaan mobil bekas tumbuh sebesar 169,34 persen secara year-on-year (yoy). Segmen ini juga memberikan kontribusi sebesar 9,79 persen terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan, menunjukkan semakin besarnya peran kendaraan bekas dalam mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan otomotif.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan, “Mobil bekas kini semakin dipertimbangkan sebagai pilihan yang rasional bagi masyarakat. Selain menawarkan harga yang lebih kompetitif, kendaraan bekas juga tetap mampu menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kami melihat segmen ini memiliki prospek yang baik seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.”

Dinamika pasar kendaraan baru turut mempengaruhi perkembangan pasar kendaraan bekas. Dalam kondisi tertentu, masyarakat cenderung mencari alternatif yang lebih efisien dari sisi anggaran tanpa mengurangi fungsi kendaraan sebagai sarana mobilitas. Fenomena tersebut semakin terlihat seiring berkembangnya ekosistem jual beli kendaraan bekas yang semakin modern dan transparan. Kehadiran berbagai platform digital turut mempermudah masyarakat dalam mencari, membandingkan, hingga melakukan transaksi kendaraan bekas secara lebih praktis.

Selain itu, tren penyesuaian harga pada sejumlah jenis kendaraan bekas, termasuk kendaraan listrik, juga menjadi faktor yang meningkatkan daya tarik pasar. Kondisi ini membuka peluang bagi konsumen untuk memperoleh kendaraan dengan nilai yang lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.

Melihat potensi tersebut, BRI Finance terus memperkuat strategi pengembangan pembiayaan mobil bekas melalui perluasan kerja sama dengan dealer dan mitra penjual kendaraan di berbagai wilayah. Perseroan juga terus meningkatkan kemudahan akses layanan pembiayaan melalui optimalisasi kanal pemasaran dan penyederhanaan proses pengajuan pembiayaan.

Meski mencatat pertumbuhan yang signifikan, BRI Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Perseroan secara konsisten menerapkan proses analisis kredit yang prudent guna menjaga kualitas portofolio dan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

“Baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas memiliki pasar dan karakteristik yang berbeda. Keduanya saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami terus memantau perkembangan pasar dan menjalankan strategi pembiayaan yang selektif agar dapat bertumbuh secara berkelanjutan,” tutup Dhani.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 952 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PT Arafura Surya Alam Dukung Kesehatan Masyarakat Lewat Khitanan Massal di Kotabunan

4 Agustus 2026 - 13:57 WITA

Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

4 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Dari Titik Terendah Menjadi Gerakan Membangun Ekosistem: ConnectX Rayakan Satu Tahun Perjalanan Melalui Founder & Builder Summit 2026

4 Agustus 2026 - 13:35 WITA

Sederet Penghargaan BRI Life Selama Q3 Tahun 2026, Tegaskan Kepemimpinan dalam Inovasi Digital, serta GCG di Industri Asuransi Jiwa

4 Agustus 2026 - 11:48 WITA

Operasional Minimarket Semakin Kompleks, Sistem POS Jadi Andalan Kelola Transaksi dan Stok

4 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Transaksi Kripto di Indonesia Selalu Tembus Rp45 Triliun pada Agustus, Apa Penyebabnya?

4 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Trending di Bisnis