Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bisnis · 10 Jun 2026 13:10 WITA ·

Tebar Dividen Jumbo, RUPST Telkom Pertahankan Jajaran Direksi


Tebar Dividen Jumbo, RUPST Telkom Pertahankan Jajaran Direksi Perbesar

Pemegang saham restui buyback Rp4 triliun dan penyegaran Dewan Komisaris sebagai penopang akselerasi transformasi digital TelkomGroup.

Jakarta, 8 Juni 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengeluarkan keputusan strategis berupa pembagian dividen jumbo kepada para pemegang saham. Perusahaan juga mempertahankan jajaran direksi seiring dengan fundamental bisnis yang kuat, sekaligus upaya menjaga momentum transformasi TelkomGroup.

Keputusan besar tersebut terjadi usai Telkom menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, Senin (8/6). Rapat ini juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis lainnya seperti, persetujuan program buyback saham, hingga penyegaran susunan Dewan Komisaris.

Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun, di mana Rp17,8 triliun dana bersumber dari laba bersih tahun buku 2025, sementara sisanya sekitar Rp4,2 triliun diambil dari laba ditahan tahun sebelumnya. Pembayaran akan dilakukan paling lambat 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

Dia juga menegaskan bahwa fundamental dan arus kas Telkom makin kuat meski menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025.

“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.

Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp4 triliun. Buyback dapat dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar bursa, secara bertahap maupun sekaligus, dalam rentang waktu 12 bulan sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Langkah ini ditempuh sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.

Sepanjang 2025, Telkom mencatat pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Meski laba bersih tertekan akibat percepatan depresiasi dalam rangka total governance reset, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga arus kas operasional tetap solid.

Telkom juga aktif merampingkan portofolio bisnis dengan melepas enam entitas non-core, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni lalu. Di sisi pengembangan infrastruktur, proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, seiring dengan dibukanya kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.

Perseroan juga bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.

“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tambah Dian.

Terakhir, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat pengawasan atas agenda transformasi dan dinamika industri digital. Angga Raka Prabowo didapuk sebagai Komisaris Utama, didampingi empat Komisaris Independen yakni Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga Komisaris yaitu Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Sementara itu, jajaran Direksi tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama, didukung delapan direktur yang meliputi bidang Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine,

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra, Direktur Network: Nanang Hendarno, Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 948 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sajiva Residence Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Sukamakmur

15 Juni 2026 - 14:07 WITA

Jumat Berkah RTD X DIAMOND Fair di BRI Region 6, Dorong Transaksi Digital melalui BRImo dan QRIS

15 Juni 2026 - 14:00 WITA

BRI Region 6 Ikuti Puncak Peringatan HUT SP BRI Secara Daring, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

15 Juni 2026 - 13:30 WITA

Pengajian Rutin Jumat BRI Region 6 Angkat Tema Sholat Sunah, Tingkatkan Keimanan dan Kualitas Ibadah Pekerja

15 Juni 2026 - 13:30 WITA

Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding Perkebunan Nusantara Konsisten Serap TBS Petani

15 Juni 2026 - 13:04 WITA

SP BRI Region 6 Gelar MCU untuk 100 Pekerja dalam Rangkaian HUT SP BRI

15 Juni 2026 - 13:00 WITA

Trending di Bisnis