Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 30 Mei 2026 16:34 WITA ·

Hal yang Mendorong Keputusan Belanja, Apa Saja?


Hal yang Mendorong Keputusan Belanja, Apa Saja? Perbesar

Banyak orang menganggap keputusan belanja terjadi karena adanya kebutuhan. Namun dalam praktiknya, keputusan membeli suatu produk sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang bersifat emosional maupun sosial.

Tidak jarang seseorang membeli barang yang sebelumnya tidak ada dalam daftar kebutuhan hanya karena merasa tertarik, penasaran, atau khawatir kehabisan kesempatan. Kondisi ini semakin mudah terjadi di era digital ketika informasi dan tren dapat menyebar dalam hitungan menit melalui media sosial.

Karena itu, memahami faktor yang mendorong keputusan belanja menjadi penting agar pengeluaran tetap sesuai dengan kondisi keuangan.

Pengaruh Media Sosial Semakin Besar

Media sosial kini menjadi salah satu faktor yang paling kuat dalam membentuk minat konsumen. Ketika sebuah produk ramai dibicarakan oleh kreator konten, selebritas, atau komunitas tertentu, perhatian publik dapat meningkat dengan cepat.

Foto, video, dan ulasan yang muncul berulang kali membuat banyak orang semakin tertarik untuk memiliki produk yang sama. Bahkan, seseorang yang sebelumnya tidak memiliki rencana membeli bisa mulai mempertimbangkan pembelian setelah sering melihat produk tersebut di berbagai platform.

Fenomena ini menunjukkan bahwa eksposur yang terus menerus dapat memengaruhi persepsi dan keputusan konsumen.

FOMO Membuat Orang Takut Ketinggalan

Salah satu faktor yang sering muncul dalam tren belanja saat ini adalah FOMO atau fear of missing out. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa khawatir tertinggal dari pengalaman, tren, atau kesempatan yang sedang dinikmati orang lain.

Ketika melihat banyak orang membeli atau membahas suatu produk, muncul perasaan bahwa produk tersebut harus segera dimiliki sebelum kehabisan atau tidak lagi tersedia.

Akibatnya, keputusan pembelian sering dilakukan dengan cepat tanpa melalui pertimbangan yang matang. Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan menggunakan dana yang sebenarnya sudah dialokasikan untuk kebutuhan lain demi mengikuti tren yang sedang berlangsung.

Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Transaksi Semakin Cepat

Perkembangan pembayaran digital turut mengubah cara masyarakat berbelanja. Saat ini, konsumen tidak lagi harus membawa uang tunai untuk melakukan transaksi. Cukup menggunakan ponsel, berbagai kebutuhan dapat dibayar dalam hitungan detik.

Kemudahan transaksi cashless membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih praktis. Banyak konsumen kini terbiasa melakukan scan QRIS saat membeli makanan, minuman, kebutuhan harian, hingga produk gaya hidup.

Karena prosesnya cepat dan sederhana, sebagian orang terkadang tidak menyadari jumlah pengeluaran yang sudah dilakukan. Apalagi ketika aktivitas bayar pakai QRIS sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari hari.

Di sisi lain, pembayaran QRIS juga memberikan kemudahan dalam mencatat transaksi karena seluruh riwayat pembayaran tersimpan secara digital dan dapat diakses kembali saat dibutuhkan.

Promo dan Diskon Menciptakan Rasa Mendesak

Selain tren dan media sosial, promo juga menjadi salah satu pendorong utama keputusan belanja.

Label seperti “diskon terbatas”, “flash sale”, atau “stok hampir habis” dapat menciptakan rasa urgensi yang membuat konsumen merasa harus segera membeli.

Padahal, belum tentu produk tersebut benar benar dibutuhkan saat itu. Strategi pemasaran seperti ini efektif karena memanfaatkan kecenderungan psikologis manusia untuk menghindari kehilangan peluang.

Karena itu, penting untuk membedakan antara membeli karena kebutuhan dan membeli karena takut kehilangan kesempatan.

Faktor Emosional Juga Berpengaruh

Keputusan belanja sering kali tidak sepenuhnya rasional. Perasaan senang, stres, bosan, atau ingin memberi penghargaan kepada diri sendiri juga dapat memengaruhi keinginan untuk membeli sesuatu.

Fenomena emotional spending menjadi semakin umum, terutama ketika proses belanja dapat dilakukan dengan cepat melalui layanan digital.

Meskipun sesekali membeli sesuatu untuk kesenangan pribadi bukan hal yang salah, pengeluaran yang dilakukan secara impulsif dan berulang dapat berdampak pada kondisi keuangan dalam jangka panjang.

Tetap Nikmati Kemudahan, Tetap Kelola Pengeluaran

Memahami faktor yang mendorong keputusan belanja dapat membantu seseorang menjadi konsumen yang lebih sadar dalam mengelola keuangan.

Sebelum melakukan pembelian, ada baiknya memberikan waktu untuk mempertimbangkan apakah produk tersebut benar benar dibutuhkan, apakah masih sesuai dengan anggaran, dan apakah pembelian tersebut akan memengaruhi tujuan keuangan yang lebih penting.

Di tengah tren belanja yang terus berkembang, kemudahan pembayaran digital dapat dimanfaatkan secara bijak untuk membantu aktivitas sehari hari. Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat melakukan pembayaran QRIS secara praktis langsung dari aplikasi. 

Fitur QRIS neobank memungkinkan pengguna melakukan scan QRIS dan bayar pakai QRIS di berbagai merchant yang mendukung transaksi QRIS, sehingga pengalaman transaksi cashless menjadi lebih mudah.

***

Jika ingin mempelajari QRIS neobank yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link QRIS atau https://s.id/igneoqris.   

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 951 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Kampus Berbasis Perkebunan, Arya Sandhiyudha Jadi Mahasiswa Angkatan Pertama Magister ITSI

5 Agustus 2026 - 06:15 WITA

Pilihan Mobil Makin Beragam di GIIAS 2026, BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Lebih Terukur

4 Agustus 2026 - 20:25 WITA

Hadirkan BRIF Sunday Auto Corner, BRI Finance Mudahkan Warga Bali Wujudkan Mobil Impian

4 Agustus 2026 - 20:23 WITA

Perawatan LRT Jabodebek Berlangsung Saat Malam, Tim Kesehatan Jaga Kondisi Petugas

4 Agustus 2026 - 19:33 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kepedulian Sosial melalui Aksi Donor Darah Sri Pamela Medika Nusantara

4 Agustus 2026 - 19:20 WITA

Cara Menentukan Tujuan Menabung Sesuai Rencana Hidup

4 Agustus 2026 - 18:19 WITA

Trending di Bisnis