Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Bisnis · 19 Mei 2026 13:56 WITA ·

Insentif Tetap Jalan, Pembiayaan Kendaraan Listrik BRI Finance Tumbuh Positif


Insentif Tetap Jalan, Pembiayaan Kendaraan Listrik  BRI Finance Tumbuh Positif Perbesar

Jakarta, 18 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut positif kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membebaskan pajak kendaraan listrik. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi dorongan baru bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan insentif tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap minat masyarakat terhadap kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), terutama di tengah semakin berkembangnya ekosistem EV di Indonesia.

“Insentif pajak tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari. Bagi industri pembiayaan, ini juga menjadi peluang untuk memperbesar portofolio green financing yang saat ini terus berkembang,” ujar Dhani.

Menurutnya, tren kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan arah yang semakin positif. Selain didorong regulasi pemerintah, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu keberlanjutan juga mulai mempengaruhi preferensi konsumen dalam memilih kendaraan.

Meski pasar kendaraan listrik saat ini masih berkembang secara bertahap, Dhani melihat potensinya akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. “Kami melihat ada perubahan pola pikir masyarakat menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Prosesnya memang tidak instan, tetapi arahnya cukup jelas dan didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujar Dhani.

Untuk menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik, BRI Finance terus memperkuat strategi bisnis melalui kolaborasi yang lebih luas dengan dealer dan mitra industri otomotif, serta memperkuat kanal pemasaran guna menjangkau lebih banyak calon konsumen EV. Di saat yang sama, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan terus mencermati perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen agar pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan sehat, terukur, dan berkelanjutan.

Hingga Maret 2026, pembiayaan kendaraan listrik BRI Finance tercatat tumbuh sekitar 13,74 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, pembiayaan kendaraan konvensional masih menjadi kontributor utama portofolio perusahaan.

Secara industri, tren pembiayaan kendaraan listrik juga terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance mencapai Rp22,5 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 35,27% secara tahunan (year-on-year).

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data

19 Mei 2026 - 16:09 WITA

Holding Perkebunan Nusantara Pererat Silaturahmi dengan Warga Po’ona melalui Program TJSL PTPN 1 Regional 8

19 Mei 2026 - 16:04 WITA

MOFI Dorong Agen Bangun Jaringan dan Akses Pembiayaan UMKM Lewat Referral

19 Mei 2026 - 15:05 WITA

Seminyak vs Canggu: Mana yang Lebih Cocok untuk Liburanmu?

19 Mei 2026 - 14:50 WITA

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Bekas 169,34% hingga Februari 2026

19 Mei 2026 - 13:59 WITA

Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

19 Mei 2026 - 12:47 WITA

Trending di Bisnis