Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bisnis · 4 Mei 2026 18:29 WITA ·

PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional


PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional Perbesar

Cilegon, 4 Mei 2026 – PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI), sebagai bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group, mengembangkan kawasan industri terintegrasi baru di Anyer, Kabupaten Serang yang akan difokuskan pada sektor petrokimia serta industri pendukung strategis lainnya. Kawasan ini juga diproyeksikan untuk berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna meningkatkan daya tarik investasi dan memperkuat daya saing industri nasional.

Pengembangan
kawasan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung agenda
hilirisasi industri yang tengah didorong pemerintah, termasuk oleh Kementerian
Perindustrian Republik Indonesia, sekaligus memperkuat struktur industri
nasional berbasis nilai tambah.

Direktur
Utama PT KSI, Dazul Herman, menyampaikan bahwa kawasan ini dirancang sebagai
kawasan industri terintegrasi yang mencakup sektor hilirisasi baja, petrokimia,
energi, material, serta logistik berkelanjutan.

“Kawasan
ini kami rancang sebagai ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari
penyediaan bahan baku, proses hilirisasi, hingga konektivitas logistik yang
didukung oleh pelabuhan, jaringan kereta api, dan akses jalan tol. Dengan integrasi ini, kami optimistis dapat menciptakan
efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.”, ujar Dazul.

Lebih lanjut, kawasan ini menargetkan masuknya investor
dari berbagai sektor strategis tersebut. Sejumlah investor global dari China,
Amerika Serikat, dan Brunei Darussalam telah menyatakan minat dan saat ini
berada dalam tahap penjajakan awal.

Kawasan industri ini saat ini memiliki luas awal sekitar
400 hektare dan akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai lebih dari
2.000 hektare. Lokasinya yang strategis di wilayah Anyer diharapkan mampu
memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus menjadi pusat pertumbuhan
industri baru di wilayah barat Indonesia.

Sejalan dengan rencana pengembangannya, kawasan ini juga
diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan mengacu pada
kerangka kebijakan yang dikoordinasikan oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi
Khusus. Status KEK diharapkan dapat memberikan berbagai kemudahan investasi,
baik dari sisi fiskal maupun non-fiskal, sehingga mampu menarik lebih banyak
investor global.

Dari sisi dampak ekonomi, pengembangan kawasan ini
diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional
dan daerah, dengan potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga sekitar Rp58,9 triliun, serta peningkatan
kontribusi fiskal sebesar Rp6,6 triliun. Selain itu, kawasan ini juga
berpotensi menyerap hingga 180.000 tenaga kerja, sehingga memberikan dampak
positif bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Serang dan sekitarnya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar
Djohan, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari
transformasi Krakatau Steel Group dalam memperluas peran strategisnya di sektor
industri nasional.

“Pengembangan kawasan ini menjadi bagian
dari langkah strategis Krakatau Steel Group dalam memperkuat ekosistem industri
nasional. Kami melihat kebutuhan akan kawasan yang mampu menarik investasi
global sekaligus mendorong hilirisasi industri secara berkelanjutan.”, lanjut
Dr Akbar Djohan yang juga
menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association
(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Selain itu program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden
Prabowo Subianto untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Ia
menambahkan bahwa kawasan ini juga sejalan dengan upaya penguatan daya saing
daerah, termasuk mendukung inisiatif “Banten Gold” yang diusung Pemerintah
Provinsi Banten dalam mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi di
wilayah tersebut.

Selain
itu, pembangunan kawasan akan mengedepankan konsep smart and green industrial
park sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan dukungan
terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),
melalui efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta penerapan teknologi
industri yang ramah lingkungan.

Ke
depan, PT KSI akan terus mendorong percepatan pengembangan kawasan ini melalui
kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun mitra
strategis, guna memastikan kawasan ini dapat segera beroperasi dan memberikan
kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bitcoin Tembus $80.000 di Tengah Ketegangan Global, Momentum Emas Optimalkan Portofolio Melalui Fitur IDR Swap Tanpa Biaya di Bittime

4 Mei 2026 - 18:01 WITA

Pengguna LRT Jabodebek Tembus 139 Ribu Saat Long Weekend May Day, Jadi Tulang Punggung Mobilitas Liburan

4 Mei 2026 - 18:00 WITA

Ajak Pengunjung Nikmati Aktivitas Interaktif, Mall @ Alam Sutera Hadirkan Event Pop and Play

4 Mei 2026 - 17:36 WITA

Langkah Baru, Semangat Baru: PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas

4 Mei 2026 - 17:02 WITA

Meningkatkan Kesiapan Karier Anak: BINUS @Malang Jawab Kekhawatiran Orang Tua dalam Memilih Kampus

4 Mei 2026 - 16:58 WITA

Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85%, Saham Langsung Terbang 9,3%

4 Mei 2026 - 15:46 WITA

Trending di Bisnis