Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bisnis · 28 Apr 2026 10:50 WITA ·

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka


Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka Perbesar

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa (28/4) diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring belum adanya sinyal kuat yang menunjukkan kelanjutan tren kenaikan. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa kondisi pasar saat ini justru mengarah pada potensi pelemahan lanjutan, terutama setelah harga gagal menembus sejumlah level penting di area resistance.

Dari sisi teknikal, harga emas pada timeframe harian terlihat kesulitan untuk melanjutkan kenaikan setelah tertahan di level 4.741 dan kembali gagal menembus resistance kuat di kisaran 4.832. Kegagalan ini menjadi indikasi bahwa dorongan beli mulai melemah dan pasar kehilangan momentum untuk bergerak lebih tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung beralih ke fase koreksi. Fase ini merupakan bagian normal dari siklus pasar, di mana harga mengalami penurunan sementara setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Koreksi tersebut dikenal sebagai secondary trend, yang biasanya terjadi sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Dengan tekanan yang masih dominan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support di sekitar 4.592. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpeluang bergerak lebih dalam hingga ke kisaran 4.480.

Meski demikian, area support tersebut tetap menjadi level krusial. Jika harga mampu bertahan, tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan konsolidasi atau bahkan pantulan sementara sebelum arah selanjutnya terbentuk. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi dolar yang kuat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan global terhadap emas.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve juga menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Tingginya suku bunga membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Kondisi ini diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi. Ketika yield meningkat, investor cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang memberikan keuntungan tetap, sehingga minat terhadap emas berkurang.

Di sisi lain, situasi pasar global yang relatif stabil juga ikut menekan harga emas. Dalam kondisi pasar yang cenderung positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi berkurang.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen yang terjadi secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu pergerakan yang cukup signifikan.

Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting sebagai acuan. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas harga emas saat ini.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Penetrasi Pasar Daerah, BRI Finance Hadirkan Pameran Otomotif di Banyuwangi

28 April 2026 - 14:41 WITA

Prioritaskan Pendidikan Tanpa Tekanan Finansial, Ini Solusi dari BRI Finance

28 April 2026 - 14:39 WITA

Cara Membaca Pergerakan Sideways dalam Analisis Teknikal

28 April 2026 - 13:55 WITA

Geely Mengungkap Visi AI Full-Domain 2.0 di Auto China 2026

28 April 2026 - 13:15 WITA

PTPP Optimis Rampungkan Proyek Sekolah Rakyat Aceh Tepat Waktu, Capaian Progres Lampaui Target

28 April 2026 - 13:12 WITA

Satukan Leadership dan Personal Branding Dalam Pengembangan SDM, KLTC Melakukan MoA Dengan Pamoraya Agency

28 April 2026 - 13:00 WITA

Trending di Bisnis