BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar Istighosah 1447 Hijriah dilaksanakan di BTM Masjid Al Muchlisin, kawasan perkantoran Bupati Bolmong di Lolak, Jumat 10 April 2025.
Istighosah kali ini dihari ulama nasional, Tuan Guru Bajang Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, yang memberikan tausiyah sekaligus memimpin langsung jalannya doa bersama.
Kegiatan doa bersama ini menjadi momentum spiritual sekaligus penguatan nilai kebersamaan di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.
Mengusung tema “Merajut Silaturahmi dalam Istighosah, Menguatkan Moderasi Beragama untuk Bolmong Juara”, kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemkab Bolmong dalam mempererat persaudaraan lintas elemen serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi stabilitas dan kemajuan daerah.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Abdullah Mokoginta, bersama jajaran aparatur sipil negara dan pejabat di lingkungan Pemkab Bolmong.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Bolaang Mongondow, Sekretaris Daerah, Abdullah Mokoginta menegaskan bahwa istighosah bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebagai sarana memperkuat integritas dan tanggung jawab aparatur pemerintah.
“Melalui istighosah ini, kita memperkuat ikhtiar lahir dan batin. Pemerintah daerah berharap seluruh jajaran dapat menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam bekerja, menjaga persatuan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya Bolmong Juara,” ujar Mokoginta.
Ia juga menekankan pentingnya peran aparatur pemerintah sebagai teladan dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi menyampaikan sejumlah hikmah penting dari pelaksanaan istighosah. Ia mengingatkan bahwa kekuatan sebuah daerah tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan spiritual dan persatuan masyarakatnya.
“Istighosah mengajarkan kita untuk kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati, memperbaiki niat, dan memperkuat solidaritas. Persatuan adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan, dan moderasi beragama menjadi jalan tengah untuk menjaga harmoni di tengah perbedaan,” tutur TGB.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai keagamaan harus menjadi kompas moral bagi para pemimpin dan aparatur negara dalam menjalankan amanah, sehingga kebijakan yang dihasilkan senantiasa berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bolmong berharap sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dapat terus terjalin erat. Semangat silaturahmi dan moderasi beragama yang diperkuat dalam istighosah diyakini menjadi modal sosial dan spiritual yang kokoh untuk mewujudkan visi besar daerah, yakni “Bolmong Juara.***







