Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 2 Apr 2026 11:55 WITA ·

Jangan Asal Bungkus! Standar Packing Aman Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri


Jangan Asal Bungkus! Standar Packing Aman Saat Kirim Paket Ke Luar Negeri Perbesar

Salah packing bisa berujung pada kerusakan dan klaim yang ditolak. Pelajari standar packing aman saat kirim paket ke luar negeri agar barang Anda terlindungi maksimal.

Kesalahan Fatal Mengabaikan Kualitas Kemasan

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pengirim pemula adalah meremehkan proses pengemasan barang. Banyak yang berpikir bahwa membungkus barang dengan kardus bekas dan perekat seadanya sudah cukup aman. Padahal, saat Anda kirim paket ke luar negeri, barang tersebut akan menempuh perjalanan ribuan kilometer. Paket Anda akan melewati berbagai tahapan berat, mulai dari proses sortir otomatis di mesin conveyor, penumpukan berdesakan di dalam gudang kargo, hingga mengalami guncangan dan perubahan suhu ekstrem selama penerbangan di udara. Oleh karena itu, packing yang asal-asalan sangat berisiko menyebabkan kerusakan fatal pada isi paket.

Mengenal dan Menerapkan Standar Packing Internasional

Agar barang sampai dengan utuh, Anda harus menerapkan standar packing internasional. Pertama, pastikan Anda menggunakan kardus tipe double wall yang memiliki ketahanan tinggi untuk menahan tekanan dari luar. Selanjutnya, sangat penting untuk memastikan tidak ada ruang kosong di dalam kardus yang memungkinkan barang bergeser. Gunakan pelindung tambahan seperti bubble wrap tebal atau foam peanuts untuk meredam benturan. Di sisi lain, jika Anda mengirimkan dokumen penting seperti ijazah atau kontrak legal, hindari menggunakan amplop kertas cokelat biasa karena sangat rentan basah atau robek.

Risiko Klaim Ditolak Jika Packing Tidak Standar

Selain risiko barang menjadi hancur, kualitas packing yang buruk juga dapat berdampak langsung pada urusan asuransi pengiriman. Apabila terjadi kerusakan di tengah jalan dan pihak penyedia layanan asuransi menemukan bahwa kemasan awal tidak memenuhi standar kelayakan pengiriman udara, maka pengajuan klaim ganti rugi Anda berpotensi besar untuk ditolak secara sepihak. Akibatnya, Anda harus menanggung seluruh kerugian finansial tersebut sendirian.

Keamanan fisik barang merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar saat Anda kirim paket ke luar negeri. Airway Express menyediakan solusi perlindungan menyeluruh untuk setiap jenis kiriman Anda. Kami memfasilitasi envelope berstandar internasional yang kedap air untuk pengiriman dokumen, hingga menyediakan opsi layanan packing kayu berstandar ekspor untuk mengamankan barang berukuran besar atau rentan pecah. Ditambah dengan tersedianya opsi perlindungan asuransi maksimal, Airway Express menjamin setiap kiriman Anda terlindungi dengan standar terbaik sejak dijemput hingga tiba di tangan penerima.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 911 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

11 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang

11 Agustus 2026 - 17:49 WITA

Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

11 Agustus 2026 - 17:24 WITA

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

11 Agustus 2026 - 17:22 WITA

Rian D’Masiv hingga Didik Nini Thowok Puji Talenta AICE Got You! Solo

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

K Mall Semarakan Indonesia Shopping Festival 2026 Lewat Kemayoran Reimagined

11 Agustus 2026 - 16:59 WITA

Trending di Bisnis