Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 29 Mar 2026 08:21 WITA ·

Kementerian PU Bangun 456 Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal


Kementerian PU Bangun 456 Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal Perbesar

TEGAL — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyediaan hunian sementara (huntara) berspesifikasi standar layak huni untuk memfasilitasi 456 kepala keluarga korban bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Menteri PU Dody
menegaskan, percepatan infrastruktur kedaruratan ini ditargetkan rampung
selambatnya H-5 menjelang Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan agar masyarakat
terdampak segera mendapatkan akses tempat tinggal darurat yang aman dan
terhindar dari risiko pergerakan tanah susulan. Diharapkannya, warga dapat
segera menempati hunian yang lebih aman sebelum masa mudik dan libur Idulfitri
2026.

Kompleks huntara
tersebut dikembangkan dengan total kapasitas 38 blok, di mana masing-masing
blok terdiri dari 12 unit hunian. Seluruh unit dirancang terintegrasi dengan
utilitas dasar dan infrastruktur penunjang kehidupan sosial kemasyarakatan guna
menjamin kelayakan hidup para pengungsi.

Fasilitas yang
disiagakan di kawasan tersebut mencakup jaringan listrik dari PLN, instalasi
air bersih, masjid sebagai pusat ibadah, balai pertemuan warga, pos kesehatan,
serta lapangan sepak bola mini (mini soccer) untuk ruang interaksi
publik.

Dalam tahap
pelaksanaannya, Kementerian PU menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Sinergi
lintas instansi ini berfokus pada kajian teknis kebencanaan untuk memastikan
titik lokasi pembangunan memenuhi kriteria keamanan geologis.

Mengingat tingginya
kerentanan wilayah terdampak, pemerintah daerah dan otoritas teknis juga tengah
menyurvei sejumlah lahan alternatif dengan struktur tanah yang lebih stabil.
Pemetaan ini disiapkan untuk mengakomodasi potensi penambahan huntara sekaligus
mematangkan rencana relokasi permukiman permanen di masa mendatang.

Kementerian PU
menggarisbawahi bahwa strategi penanganan pascabencana di Kabupaten Tegal tidak
hanya berorientasi pada penyediaan fisik, melainkan menjadi langkah awal
penataan kawasan permukiman yang aman dan berkelanjutan bagi keselamatan
masyarakat jangka panjang.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 904 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

11 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang

11 Agustus 2026 - 17:49 WITA

Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

11 Agustus 2026 - 17:24 WITA

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

11 Agustus 2026 - 17:22 WITA

Rian D’Masiv hingga Didik Nini Thowok Puji Talenta AICE Got You! Solo

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

K Mall Semarakan Indonesia Shopping Festival 2026 Lewat Kemayoran Reimagined

11 Agustus 2026 - 16:59 WITA

Trending di Bisnis