Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 20 Mar 2026 00:04 WITA ·

Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps


Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps Perbesar

Tekanan regulasi dan komitmen ESG mendorong operator minyak dan gas untuk membangun sistem pemantauan emisi yang tidak hanya mendeteksi keberadaan metana, tetapi juga mengukur besarnya laju kebocoran secara terverifikasi.

Data emisi yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kerangka internasional seperti OGMP 2.0 memerlukan metodologi pengukuran yang melampaui sekadar deteksi kualitatif. SeekOps menyediakan sensor metana berbasis drone yang telah divalidasi secara independen untuk memenuhi kebutuhan pelaporan emisi tingkat fasilitas.

Sensor SeekOps menggunakan teknologi TDLAS (Tunable Diode Laser Absorption Spectroscopy) dengan sensitivitas pengukuran hingga 1 part per billion (ppb), jauh melampaui kemampuan sensor multi-gas konvensional.

Sensor ini dipasang pada drone seperti DJI Matrice 400 yang terbang mengikuti pola jalur sistematis di sekitar fasilitas, mengumpulkan data konsentrasi metana beserta koordinat GPS dan data meteorologi secara bersamaan, kemudian mengoreksi pengaruh angin dan kondisi cuaca sehingga hasil pengukuran mencerminkan laju emisi aktual, bukan sekadar konsentrasi sesaat.

Hasil dari SeekOps mencakup peta distribusi metana georeferensi dalam format 2D grid dan 3D point cloud yang menunjukkan sebaran konsentrasi di seluruh area fasilitas. Lokasi sumber emisi dihitung berdasarkan analisis plume sehingga tim operasional dapat langsung mengarahkan inspeksi lanjutan ke komponen spesifik yang paling berkontribusi terhadap total emisi. Data ini tersedia dalam format yang kompatibel dengan platform pelaporan OGMP 2.0, sehingga proses dokumentasi emisi untuk keperluan audit eksternal menjadi lebih efisien.

“Perbedaan antara deteksi dan kuantifikasi metana sangat signifikan dari perspektif pelaporan emisi. Sensor SeekOps memberikan data yang cukup presisi untuk mendukung target pengurangan emisi yang terukur dan dapat diverifikasi,” ujar Halo Robotics.

Dengan meningkatnya tuntutan transparansi emisi dari investor dan regulator, kemampuan mengukur dan melaporkan emisi metana secara konsisten bukan lagi keunggulan kompetitif, melainkan syarat operasional yang harus dipenuhi setiap operator fasilitas migas berskala besar.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Keberanian Membangun Indonesia Emas 2045: Mengapa reformasi besar harus dinilai dari dampak jangka panjangnya, bukan dari tantangan di tahap awal

12 Agustus 2026 - 13:29 WITA

Akses Pendidikan Berkualitas dari Industri Pertambangan Dukung Penguatan Talenta Unggul Nasional

12 Agustus 2026 - 12:42 WITA

Dari Ide ke Solusi, Enam Inovasi AI Tampil di Demo Day AI Connect Innovation Lab

12 Agustus 2026 - 12:42 WITA

Menyiapkan Kuota e-Meterai Perusahaan Sebelum Musim Kontrak Menumpuk

12 Agustus 2026 - 11:30 WITA

Kemitraan Indonesia–India: Saatnya Mengubah Komitmen Menjadi Hasil Nyata

12 Agustus 2026 - 11:20 WITA

Bandhan Melampaui Batas: Apa yang Harus Indonesia dan India Bangun Bersama Selanjutnya?

12 Agustus 2026 - 11:18 WITA

Trending di Bisnis