Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 9 Mar 2026 15:02 WITA ·

Sulit Bedakan Penyebab Demam, Prodia Hadirkan Pemeriksaan Arbovirus Multiplex PCR


Sulit Bedakan Penyebab Demam, Prodia Hadirkan Pemeriksaan Arbovirus Multiplex PCR Perbesar

Jakarta, 9 Maret 2026 – Demam masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah tropis. Namun, gejala seperti demam, nyeri otot, nyeri sendi, atau ruam kulit seringkali memiliki penyebab yang serupa, sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan gejala klinis. Kondisi ini kerap menyebabkan ketidakpastian dalam penanganan, bahkan tidak jarang pasien harus menjalani pemeriksaan berulang untuk memastikan diagnosis.

Menjawab tantangan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) menghadirkan inovasi terbaru melalui peluncuran Panel Arbovirus (Multiplex PCR), sebuah pemeriksaan laboratorium yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi penyebab infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk secara lebih cepat dan akurat, terutama pada fase awal penyakit.

Di Indonesia, infeksi arbovirus seperti dengue masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Namun, gejala awal infeksi virus yang berbeda sering kali tidak spesifik dan dapat menyerupai satu sama lain. Hal ini membuat diagnosis berbasis gejala menjadi kurang akurat, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan yang tepat.

Panel Arbovirus dari Prodia menggunakan teknologi Real-Time (RT-PCR), yaitu metode molekuler yang mendeteksi materi genetik (RNA) virus secara langsung. Berbeda dengan pemeriksaan berbasis antibodi yang memerlukan waktu untuk terbentuk, metode ini memungkinkan deteksi virus pada fase awal infeksi. Dengan pendekatan multiplex, beberapa jenis virus dapat diperiksa secara bersamaan dalam satu kali pemeriksaan, sehingga memberikan hasil yang lebih efisien dan komprehensif.

Melalui satu kali pengambilan sampel darah, Panel Arbovirus membantu dokter mengidentifikasi kemungkinan penyebab demam secara lebih pasti. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi kebutuhan pemeriksaan berulang, tetapi juga membantu mempercepat pengambilan keputusan klinis terkait penanganan pasien.

“Dalam praktik klinis, gejala demam seringkali tidak spesifik, sehingga diperlukan pemeriksaan yang mampu mengidentifikasi penyebab secara lebih akurat sejak awal. Pendekatan molekuler seperti multiplex PCR menjadi salah satu solusi untuk membantu memastikan diagnosis dan mendukung penanganan yang lebih tepat,” ujar perwakilan medis Prodia.

Panel Arbovirus direkomendasikan untuk individu yang mengalami demam dalam beberapa hari pertama, terutama jika gejala tidak khas, berubah-ubah, atau hasil pemeriksaan awal belum memberikan kepastian. Pemeriksaan ini juga relevan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko tinggi penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.

Dengan hasil yang lebih cepat dan akurat, Panel Arbovirus memberikan manfaat tidak hanya bagi tenaga medis, tetapi juga bagi pasien dan keluarga, antara lain membantu mengurangi ketidakpastian, meminimalkan pemeriksaan tambahan, serta memberikan ketenangan dalam proses penanganan penyakit.

Peluncuran layanan ini merupakan bagian dari komitmen Prodia dalam menghadirkan inovasi diagnostik berbasis teknologi molekuler untuk mendukung deteksi dini dan penanganan penyakit secara lebih tepat. Melalui pendekatan yang lebih akurat, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kepastian diagnosis lebih cepat dan menjalani penanganan yang sesuai sejak awal. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau mendatangi cabang Prodia terdekat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 914 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

JALAN SEHAT BALI PINK RIBBON KEMBALI DIGELAR 17 OKTOBER 2026

13 Agustus 2026 - 10:34 WITA

IFG Life Bukukan Laba Bersih Rp482 Miliar, Catatkan Pertumbuhan Kinerja Operasional pada 2025

13 Agustus 2026 - 10:27 WITA

Dari YIA ke Pusat Kota Yogyakarta, Kini Makin Mudah Naik KAI Bandara

13 Agustus 2026 - 10:13 WITA

KAI BANDARA CATAT 1,56 JUTA PENUMPANG KA BANDARA YIA HINGGA JULI 2026

13 Agustus 2026 - 10:10 WITA

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

13 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Bittime: Minat RWA di Indonesia Meningkat, Ondo Finance Beberkan Faktor Pendorongnya

13 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Trending di Bisnis