Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 25 Feb 2026 18:10 WITA ·

Baja sebagai Fondasi Rehabilitasi Pascabencana, Krakatau Steel Hadirkan Solusi Cepat dan Terukur


Baja sebagai Fondasi Rehabilitasi Pascabencana, Krakatau Steel Hadirkan Solusi Cepat dan Terukur Perbesar

Inovasi Hunian & Infrastruktur Modular Baja Berpotensi Jadi Pendapatan Berulang, Dukung Target Pemerintah dan Perkuat Top Line Perseroan

Jakarta, 25 Februari 2026

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (“Perseroan” atau “KRAS”) memperkuat portofolio bisnisnya melalui pengembangan solusi infrastruktur modular berbahan baja untuk rehabilitasi pascabencana. Inisiatif strategis ini tidak hanya sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga membuka segmen pasar baru yang berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan dan kinerja keuangan Perseroan ke depan.

Direktur
Utama PT Krakatau
Steel (Persero), Tbk,
Dr. Akbar Djohan, menjelaskan bahwa respons cepat terhadap bencana gempa di
Sumatera dengan menyediakan hunian sementara, klinik, dapur umum, dan jembatan
darurat merupakan wujud nyata transformasi bisnis perseroan. “Kami tidak hanya menjual baja lembaran, tetapi telah berevolusi menjadi
penyedia solusi terintegrasi berbasis baja. Pasar
rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang bersifat urgent dan masif
menciptakan permintaan yang terukur dan berulang. Ini adalah lini bisnis baru
yang langsung menyentuh kebutuhan nasional dan memiliki dampak finansial yang
jelas bagi Perseroan,” ujar Dr. Akbar Djohan. Selain memimpin Krakatau Steel, beliau juga aktif sebagai
Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman
Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Krakatau Steel Group
telah mempersiapkan kapasitas produksi yang konkret untuk menangkap peluang ini
yaitu Rumah Modular: Kapasitas produksi untuk memenuhi target penugasan
pemerintah sekitar 400 unit (ukuran 15x10m & 15x20m), dengan waktu
konstruksi hanya sekitar 30 hari. Ada juga Jembatan Bailey: Kapasitas
produksi 10 unit per minggu, dengan total target penugasan
mencapai 300 unit untuk pemulihan konektivitas. Serta
fasilitas pendukung: Dapur umum modular (SPPG), klinik sementara,
dan central kitchen

Kapasitas produksi yang
terukur ini menunjukkan kesiapan operasional Krakatau Steel Group untuk
mengonversi permintaan menjadi realisasi penjualan dan pendapatan dalam waktu
relatif singkat, memberikan sinyal positif bagi kinerja kuartalan mendatang. 

Analis: Pasar Strategis
dengan Multiplier Effect Tinggi

Mengomentari perkembangan
ini, Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, mengatakan,
“Solusi baja modular adalah game-changer dalam manajemen
bencana dan bisnis konstruksi. Kecepatan dan kepastian waktu penyelesaiannya
jauh melampaui metode konvensional. Bagi Krakatau Steel, ini adalah
diversifikasi pasar yang cerdas. Mereka memanfaatkan keunggulan bahan baku
internal untuk membangun produk akhir bernilai tambah tinggi, dengan pasar yang
didorong oleh kebutuhan pemerintah dan lembaga donor.”

Widodo menambahkan bahwa
potensi pasar ini bersifat jangka panjang, mengingat posisi Indonesia sebagai
wilayah rawan bencana dan tingginya kebutuhan infrastruktur dasar. Segmen ini
dapat memberikan kontribusi pendapatan yang stabil dan berulang (recurring
revenue
), sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik.

Dampak bagi Pemegang Saham
dan Prospek Ke Depan

Keberhasilan Krakatau
Steel Group dalam mengembangkan dan mengeksekusi solusi modular ini diharapkan
dapat meningkatkan Top Line Revenue yaitu menambah sumber pendapatan
baru dari produk hilir bernilai tambah tinggi, di luar penjualan baja
konvensional. Dapat juga memperbaiki keuntungan yaitu penjualan produk solusi
terintegrasi. Selain itu dapat memperkuat sentimen pasar dalam demonstrasi
kemampuan inovasi dan respon cepat terhadap kebutuhan nasional dapat meningkatkan
kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan dan relevansi bisnis perseroan.
Dan juga merupakan sinergi dengan program pemerintah dengan memastikan
aliran proyek yang kontinyu melalui penugasan dan kerja sama dengan berbagai
kementerian/lembaga. 

“Ini adalah langkah
strategis yang membuktikan Krakatau Steel mampu beradaptasi dan menciptakan
nilai tambah. Keberhasilan dalam eksekusi proyek-proyek modular ini akan
menjadi catalyst positif bagi kinerja operasional dan
finansial Perseroan, yang pada akhirnya kami yakini akan berkontribusi terhadap
peningkatan nilai perusahaan bagi para pemegang saham,” tutup Dr. Akbar Djohan.

Dengan membidik segmen
bisnis baru yang strategis dan memiliki permintaan riil, PT Krakatau Steel
(Persero) Tbk menunjukkan komitmen untuk terus bertransformasi dan menciptakan
value creation yang berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Barantum Kini Hadirkan Broadcast untuk Semua Channel Komunikasi

14 Agustus 2026 - 08:00 WITA

Mitra10 Resmikan Gerai Ke-61 di Bandung, Perluas Akses Solusi Home Improvement

13 Agustus 2026 - 22:25 WITA

Banyak Orang Salah Fokus Saat Memilih Motor, Padahal Fitur Ini yang Dipakai Hampir Setiap Hari

13 Agustus 2026 - 21:51 WITA

Waskita Beton Precast Matangkan Kesiapan Gedung Baru Jurusan Kesehatan POLTERA, Ditargetkan Rampung Akhir Agustus 2026

13 Agustus 2026 - 19:01 WITA

Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

13 Agustus 2026 - 18:38 WITA

VRITIMES Hadirkan Solusi SEO, AIO, dan Brand Awareness di IBW 2026

13 Agustus 2026 - 17:28 WITA

Trending di Bisnis