Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 24 Feb 2026 13:55 WITA ·

Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya


Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya Perbesar

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pertanyaan tentang nilai karya khususnya di sektor fesyen, kriya, dan aneka menjadi semakin relevan. Apakah teknologi akan menggerus makna karya, atau justru membuka ruang transformasi baru? Isu inilah yang diangkat dalam AI Connect Offline Series: Fesyen, Kriya, dan Aneka di Era AI: Nilai yang Terancam atau Bertransformasi? yang diselenggarakan oleh Telkom AI Center of Excellence Padang di Telkom AI Center Padang (13/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari latar belakang berbeda untuk memberikan perspektif yang saling melengkapi. Dari sisi kebijakan dan pengembangan UMKM, hadir Almo Friztko Tarigan, Instruktur Ahli Muda Kementerian Perindustrian RI. Sementara dari sudut pandang seni dan nilai karya, sesi ini turut menghadirkan Nur Anesfa Ramadhana, Digital Marketing Executive Galeri Art.

Dalam pemaparannya, Almo menekankan bahwa teknologi, termasuk AI, tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk mendukung proses kreatif dan produktivitas. “Teknologi seperti AI bukan untuk menggantikan manusia. Setiap karya memiliki proses, waktu, dan usaha di baliknya. AI hadir untuk membantu, memperkuat, dan membuka peluang baru tanpa menghilangkan nilai dari kerja manusia itu sendiri,” jelas Almo.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari usaha berbasis karya seperti fesyen, kriya, dan produk kreatif, hingga UMKM kuliner dan makanan olahan. Keberagaman latar belakang peserta ini memperkaya diskusi yang berlangsung, terutama dalam membahas bagaimana pemanfaatan AI dapat disesuaikan dengan karakter usaha masing-masing tanpa menghilangkan nilai, identitas, serta keunikan produk yang dimiliki.

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan workshop singkat yang didampingi langsung oleh fasilitator dari Balai Diklat Industri Padang. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami penerapan AI secara praktis untuk mendukung pengembangan usaha, sekaligus tetap menjaga keunikan dan identitas karya fesyen serta kriya lokal. Sesi kemudian dilanjutkan dengan paparan dari narasumber galeri seni yang membahas bagaimana nilai artistik dapat tetap bertahan dan berkembang di tengah transformasi digital.

Nur Anesfa menyoroti pentingnya dukungan ekosistem agar karya seni dan produk kreatif lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami berharap galeri seni dan pelaku kreatif mendapatkan dukungan yang lebih besar, termasuk dari sisi digital. Hal sederhana seperti berbagi karya, mempromosikan produk, dan memberi ruang eksposur dapat membantu karya seni berkembang lebih luas di era digital,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan. “Kami ingin AI dimaknai sebagai alat kolaborasi. Ke depan, kami berharap semakin banyak ruang workshop dan kolaborasi di Padang yang mempertemukan pelaku UMKM, insan kreatif, dan teknologi, sehingga transformasi digital dapat berjalan selaras dengan nilai karya,” ujar Mizan.

Melalui kegiatan ini, Telkom AI Center Padang mendorong pelaku UMKM dan insan kreatif untuk melihat AI sebagai pendukung proses, bukan ancaman terhadap nilai. Dengan pendekatan kolaboratif antara teknologi, kebijakan, dan seni, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat eksistensi karya lokal agar tetap relevan dan bernilai di era AI.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hadiri Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026, BP Tapera Dukung Pemenuhan Hunian Berdasarkan Data BPS

14 Agustus 2026 - 10:41 WITA

The Fed Makin Dovish, Mengapa Harga Emas (XAUUSD) Justru Berpotensi Koreksi Pekan Depan?

14 Agustus 2026 - 09:59 WITA

Barantum Kini Hadirkan Broadcast untuk Semua Channel Komunikasi

14 Agustus 2026 - 08:00 WITA

Mitra10 Resmikan Gerai Ke-61 di Bandung, Perluas Akses Solusi Home Improvement

13 Agustus 2026 - 22:25 WITA

Banyak Orang Salah Fokus Saat Memilih Motor, Padahal Fitur Ini yang Dipakai Hampir Setiap Hari

13 Agustus 2026 - 21:51 WITA

Waskita Beton Precast Matangkan Kesiapan Gedung Baru Jurusan Kesehatan POLTERA, Ditargetkan Rampung Akhir Agustus 2026

13 Agustus 2026 - 19:01 WITA

Trending di Bisnis