Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 20 Feb 2026 10:54 WITA ·

Emas Masih Berpeluang Menguat, XAU/USD Berpotensi Sentuh 5.100 di Akhir Februari


Emas Masih Berpeluang Menguat, XAU/USD Berpotensi Sentuh 5.100 di Akhir Februari Perbesar

Pergerakan harga emas global diproyeksikan tetap memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan pada pekan terakhir Februari, meskipun saat ini pasar tengah mengalami periode konsolidasi setelah mencatat reli yang signifikan dalam beberapa waktu sebelumnya. Berdasarkan kajian terbaru dari Dupoin Futures, logam mulia tersebut masih mempertahankan kecenderungan bullish dalam jangka menengah, dengan kombinasi dukungan dari indikator teknikal serta faktor fundamental yang masih menguntungkan.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, mengungkapkan bahwa secara teknikal, struktur tren emas pada timeframe H4 masih menunjukkan dominasi tren naik. Namun demikian, kondisi pasar saat ini mencerminkan fase konsolidasi, di mana harga bergerak dalam rentang terbatas setelah sebelumnya mengalami lonjakan tajam. Situasi ini menunjukkan adanya keseimbangan sementara antara kekuatan beli dan tekanan jual, karena investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu faktor pemicu baru yang dapat memberikan arah pergerakan lebih jelas.

Fase konsolidasi ini umumnya terjadi setelah kenaikan harga yang kuat, di mana pelaku pasar melakukan evaluasi ulang terhadap posisi mereka. Dalam kondisi seperti ini, sentimen pasar sangat bergantung pada rilis data ekonomi utama, khususnya dari Amerika Serikat, yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan kekuatan dolar AS ke depan.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama momentum bullish tetap terjaga dan harga tidak menembus level support penting, maka emas berpeluang untuk kembali melanjutkan kenaikan. Dalam skenario optimistis, XAU/USD diperkirakan mampu bergerak menuju area resistance di kisaran 5.100 pada pekan depan. Target ini dinilai realistis secara teknikal apabila sentimen positif tetap mendominasi, terutama jika dolar AS mengalami pelemahan dan permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi.

Selain faktor teknikal, kondisi fundamental global juga terus memberikan dukungan terhadap harga emas. Ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global membuat investor tetap mempertimbangkan emas sebagai aset perlindungan nilai. Dalam situasi volatilitas yang tinggi, emas sering kali menjadi pilihan utama karena sifatnya yang relatif stabil dibandingkan instrumen berisiko lainnya.

Lebih lanjut, ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mulai mengarah pada kebijakan moneter yang lebih longgar turut memberikan sentimen positif bagi emas. Potensi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS dapat memberikan tekanan terhadap dolar AS, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas bagi investor internasional. Hal ini disebabkan oleh hubungan terbalik antara dolar dan emas, di mana pelemahan dolar cenderung mendorong kenaikan harga logam mulia tersebut.

Permintaan emas dari bank sentral dan institusi besar juga tetap menunjukkan tren yang solid. Bank sentral di berbagai negara terus meningkatkan cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan perlindungan terhadap ketidakstabilan ekonomi global. Permintaan yang konsisten dari institusi besar ini membantu menjaga struktur tren naik emas dalam jangka menengah, meskipun pergerakan jangka pendek masih diwarnai oleh fluktuasi.

Meski prospek kenaikan masih terbuka, Andy Nugraha juga mengingatkan adanya kemungkinan skenario negatif yang perlu diantisipasi. Apabila harga mengalami pembalikan arah dan menembus level support krusial di area 4.630, maka tekanan jual berpotensi meningkat. Dalam kondisi tersebut, emas dapat melanjutkan pelemahan menuju kisaran 4.415. Penurunan di bawah level tersebut dapat memicu aksi jual lanjutan, khususnya dari trader jangka pendek yang merespons sinyal teknikal.

Selain itu, sejumlah indikator ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti data inflasi (CPI) dan laporan ketenagakerjaan Non Farm Payrolls (NFP), akan menjadi faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar. Jika data ekonomi menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, maka dolar AS berpotensi menguat dan memberikan tekanan terhadap harga emas. Sebaliknya, apabila data menunjukkan pelemahan ekonomi, maka peluang pelonggaran kebijakan moneter akan semakin besar, yang dapat menjadi katalis positif bagi kenaikan emas.

Secara keseluruhan, prospek pergerakan emas pada pekan terakhir Februari masih menunjukkan kecenderungan positif, dengan peluang penguatan menuju level 5.100 selama harga tetap bertahan di atas area support penting. Namun, kondisi konsolidasi saat ini mengindikasikan bahwa pasar masih berada dalam fase penentuan arah. Oleh karena itu, investor dan pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan data ekonomi global, kebijakan moneter, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

15 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

15 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Trending di Bisnis