Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 19 Feb 2026 16:44 WITA ·

India Perluas Jejak Investasi di Jawa Tengah, Fokus Ekonomi Hijau hingga Industri Medis


India Perluas Jejak Investasi di Jawa Tengah, Fokus Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Perbesar

SEMARANG — Hubungan ekonomi India dan Indonesia terus menunjukkan dinamika positif. Dalam kunjungan kehormatan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan komitmen India untuk memperluas kerjasama investasi, khususnya di sektor ekonomi hijau, industri padat karya, serta layanan kesehatan dan tenaga medis profesional.

Pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Kamis (19/2/2026), menjadi momentum penting untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih strategis dan berjangka panjang.

Jawa Tengah Dipandang Sebagai Mitra Strategis

Dalam pernyataannya, Dubes Sandeep menyampaikan apresiasi atas stabilitas dan iklim investasi di Jawa Tengah yang dinilai kondusif bagi pertumbuhan usaha. “Saya mengapresiasi iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, baik secara sosial maupun ekonomi. Perusahaan kami merasa sangat nyaman di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri,” ujarnya.

Ia menilai kesamaan karakteristik antara India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk besar, menjadi potensi penting baik dari sisi pasar maupun tenaga kerja.

Saat ini, realisasi investasi India di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp 646,52 miliar dan menempati peringkat ke-17 di antara investor asing di provinsi tersebut. Investasi tersebut tersebar di sektor tekstil, hotel dan restoran, perdagangan dan reparasi, industri kayu, serta sektor lainnya.

Tawaran Kolaborasi dari Jawa Tengah

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah daerah membuka ruang lebih luas bagi ekspansi investasi India, terutama di sektor yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan keberlanjutan.

“Ke depan kami menawarkan green economy, kemudian tenaga medis profesional dan rumah sakit, serta industri-industri padat karya terutama garmen,” ujar Ahmad Luthfi usai pertemuan.

Ia menegaskan bahwa investasi memiliki peran krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,37 persen dengan angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen.

“Investasi baru sangat dibutuhkan untuk menjaga tren pertumbuhan ini. Baik penanaman modal asing maupun dalam negeri sangat berperan dalam stabilitas ekonomi daerah,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berencana melakukan studi komparatif ke India guna memperkuat keyakinan investor terhadap daya saing dan keramahan investasi di wilayahnya.

Ekspansi dan Rencana Investasi Baru

Komitmen perluasan kerja sama juga diwujudkan melalui rencana groundbreaking salah satu perusahaan India di Jawa Tengah pada Agustus 2026 mendatang dengan nilai investasi sekitar 30 juta dolar AS.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penguatan kemitraan ekonomi bilateral yang telah terjalin erat selama ini. India melihat Jawa Tengah sebagai salah satu simpul penting dalam memperluas jejaring industri dan rantai pasok di Indonesia.

Dengan dialog yang semakin intensif antara pemerintah daerah dan dunia usaha India, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperbesar arus investasi, tetapi juga memperkuat fondasi hubungan ekonomi India–Indonesia dalam jangka panjang.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

15 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

15 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Trending di Bisnis