Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 18 Feb 2026 22:04 WITA ·

Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional


Krakatau Steel Tekankan Pentingnya Proteksi Industri Baja untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Nasional Perbesar

Jakarta, 18 Februari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group menegaskan perlunya penguatan kebijakan perlindungan industri baja nasional guna menjaga stabilitas pasar domestik, keberlanjutan usaha, serta daya tarik investasi di tengah tekanan global kelebihan kapasitas dan distorsi harga baja internasional.

Perseroan memandang penguatan kebijakan industri baja nasional sebagai
prasyarat utama menjaga kesehatan pasar domestik sekaligus memperkuat
fundamental bisnis perseroan. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan,
menegaskan bahwa koreksi struktur pasar menjadi kunci keberlanjutan industri
baja nasional.

“Pengalaman global menunjukkan bahwa tanpa pengendalian impor yang
efektif dan kebijakan perlindungan yang tegas, tekanan harga akan terus
menggerus utilisasi dan kelayakan industri. Krakatau Steel mendorong
terciptanya ekosistem pasar baja domestik yang sehat agar industri nasional
mampu tumbuh berkelanjutan dan menarik investasi jangka panjang,” ujar Dr.
Akbar Djohan, yang juga mengemban amanah sebagai Chairman Indonesia Iron &
Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &
Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Menurutnya, penguatan industri baja nasional tidak hanya berdampak pada
kinerja korporasi, tetapi juga pada stabilitas rantai pasok manufaktur,
penciptaan lapangan kerja, serta ketahanan industri strategis nasional.

Pengalaman Global Tunjukkan Peran Kunci Kebijakan Proteksi

Dalam konteks ini, Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo
Setiadharmaji, Steel & Mining Insight menilai bahwa penutupan Krakatau
Osaka Steel pada Januari 2026 mencerminkan persoalan struktural industri baja
nasional yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui efisiensi perusahaan.

“Penutupan Krakatau Osaka Steel merupakan puncak gunung es tekanan
industri baja akibat ketidakseimbangan pasokan dan tekanan harga yang
berkepanjangan,” ujar Widodo.

Widodo menjelaskan tekanan serupa terjadi di Korea Selatan, Eropa,
hingga Inggris, di mana banyak pabrik baja ditutup akibat overcapacity dan
melemahnya margin. Sebaliknya, Amerika Serikat mampu menjaga keberlanjutan
industrinya melalui kebijakan proteksi impor dan pengamanan kapasitas
strategis.

“Kepastian kebijakan membuat industri baja AS tetap layak secara ekonomi
sekaligus menarik investasi global,” tambahnya.  

 Momentum Penguatan Industri Strategis Nasional

Upaya penguatan proteksi industri baja nasional sejalan dengan Asta Cita
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan kemandirian
industri strategis, penguatan nilai tambah domestik, serta ketahanan ekonomi
nasional di tengah dinamika global.

Industri baja sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur,
manufaktur, dan hilirisasi sumber daya dinilai memiliki peran sentral dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

15 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

15 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Trending di Bisnis