Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 18 Feb 2026 19:00 WITA ·

Teknologi Drone untuk Perhitungan Volume Stockpile dan Analisis Topografi Tambang


Teknologi Drone untuk Perhitungan Volume Stockpile dan Analisis Topografi Tambang Perbesar

Dalam industri pertambangan, perhitungan volume stockpile dan pemantauan perubahan topografi merupakan elemen penting dalam pengendalian operasional. Ketidaktepatan data dapat berdampak pada laporan produksi, perencanaan hauling, hingga evaluasi progres pit.

Metode survei konvensional masih membutuhkan waktu berhari-hari, melibatkan banyak personel, serta memiliki keterbatasan dalam menjangkau area curam, aktif, atau berisiko tinggi. Di sisi lain, kebutuhan terhadap data yang cepat dan presisi terus meningkat untuk mendukung efisiensi dan akurasi operasional.

Pemetaan dan pemodelan 3D dilakukan dengan integrasi DJI Matrice 4 Enterprise (M4E), didukung Emlid RTK GNSS presisi tinggi, serta pemrosesan data menggunakan Terrasolid dan analisis tambang berbasis AI dari Strayos. Sistem ini menghasilkan model 3D presisi sentimeter dalam waktu yang lebih singkat dibanding metode manual.

Model 3D digunakan untuk perhitungan volume stockpile secara akurat, analisis kontur dan elevasi, pemantauan progres pit, serta validasi kondisi as-built di lapangan. Dukungan RTK memastikan data ortofoto dan point cloud memiliki konsistensi tinggi untuk kebutuhan teknis maupun manajerial.

Point cloud yang dihasilkan dapat diproses lebih lanjut untuk menghitung volume material, mengevaluasi perubahan permukaan tambang secara berkala, serta mendukung analisis performa operasional. Pembaruan data rutin memungkinkan manajemen memiliki satu sumber data akurat untuk berbagai keputusan teknis dan strategis.

“Dengan model 3D yang diperbarui secara berkala, operasional tambang dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Halo Robotics.

Dengan dukungan teknologi ini, proses pengukuran yang sebelumnya memakan waktu panjang dapat diselesaikan dalam hitungan jam, sekaligus meningkatkan keselamatan kerja dan konsistensi data di lapangan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

15 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

15 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Trending di Bisnis